Samarinda (ANTARA Kaltim)- Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry menggagas munculnya peraturan daerah (perda) inisiatif ke Badan Legislasi DPRD Kaltim, yaitu perda inisiatif kelistrikan.

“Saya akan menggagas perda soal kelistrikan, agar persoalan-persoalan yang menyangkut kelistrikan tidak menjadi laten, dan mendapatkan solusi konkret. Langkah awal, harus dibuat dulu aturannya,” ungkap Owi, sapaan akrab sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltim ini.

Ia berbicara soal ini, menyusul adanya pemadaman bergilir yang terjadi akibat kekurangan daya di Kaltim sehingga menyebabkan tiga wilayah yaitu Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong mengalami pemadaman bergilir. Hal ini bukan kali pertama terjadi di Kaltim.

“Pemadaman sendiri menurut informasi PLN wilayah Kaltim akan berlangsung hingga tiga pekan. Kesannya sudah menjadi tradisi, oleh karena itu Kaltim perlu membuat perda listrik,” sebutnya.

Perda itu dibutuhkan agar bisa mengatur berbagai aspek yang berkaitan dengan distribusi listrik, terutama konsumen akan terlindungi hak-haknya. “Baik itu penyedia daya listrik, pemerintah daerah maupun pelanggan. Ini demi melindungi hak-hak dan jaminan bagi konsumen dalam kebutuhan listrik,” katanya.

Selain itu, perda juga akan mengatur pengoperasian pembangkit listrik sedemikian rupa agar bisa optimal.

“Dengan adanya perda listrik, maka masalah-masalah kelistrikan di Kaltim dapat diatasi. Selain itu dengan sendirinya dapat berkembang seperti bagaimana memaksimalkan dan menggali potensi kelistrikan Kaltim,” paparnya.

Melalui Perda itu juga, lanjutnya, akan jelas pemetaan wilayah krisis daya dan apa saja langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Pemerintah kota/kabupaten yang bersangkutan juga harus proaktif dalam mendukung optimalisasi pemetaan wilayah tersebut untuk membuka peluang kerjasama pengadaan pembangkit listrik.

Peluang tersebut menurut Sarkowi sangat terbuka, baik skala besar maupun skala kecil.

“Perlu disinergikan bagaimana caranya rasio elektrifikasi listrik di Kaltim dapat terus meningkat, sehingga wilayah-wilayah yang dilayani PLN juga semakin luas," tandasnya. (Humas DPRD kaltim/adv/lia/dhi/met)







Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026