Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kabupaten Malinau Kalimantan Utara pada tahun anggaran 2013 mendapat bantuan pengembangan budidaya sapi potong dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebanyak 35 ekor.

"Pengembangan sapi potong untuk kelompok ternak di Malinau ini merupakan program Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI untuk pengembangan ternak di daerah tertinggal," ujar Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya Dinas Peternakan Kaltim I Gusti Made Jaya Adhi di Samarinda, Sabtu.

Dana yang dialokasikan oleh Dirjen Peternakan untuk pengembangan 35 ekor sapi potong itu sebanyak Rp288 juta, tetapi dana tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang, namun sudah berupa sapi potong agar bisa dikembangkan peternak.

Bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat itu merupakan salah satu kegiatan dari puluhan pekerjaan lain yang telah dan sedang diprogramkan pemerintah, yakni dengan tujuan untuk meningkatkan populasi sapi dan mengupayakan agar Indonesia bisa swasembada daging sapi dan kerbau.

Menurut dia, program pusat itu juga mendapat dukungan dari Pemprov Kaltim dan Pemprov Kaltara, sehingga Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Kaltim juga mendapat dortongan untuk pengembangan sapi.

Selain pengembangan budidaya sapi potong, program lain yang digulirkan oleh Pemerintah RI dan Pemprov Kaltim untuk Kaltara di antaranya sejumlah kelompok ternak di Kabupaten Nunukan pada 2013 mendapat alokasi pembiayaan pengembangan peternakan senilai Rp5,7 miliar dari Pemprov Kaltim dan Kementerian Pertanian.

Di antara kegiatan yang dilakukan di Nunukan itu adalah untuk pengadaan ternak sapi maupun kerbau sebanyak 150 ekor.

Hewan ternak untuk pembibitan itu diperuntukkan bagi lima kelompok tani ternak di empat kecamatan, yakni Sei Menggaris, Nunukan, Nunukan Selatan dua kelompok, dan Kecamatan Sebatik Tengah.

Bantuan pengembangan ternak berupa sapi bibit tersebut diharapkan bisa memacu pembangunan peternakan di Kabupaten Nunukan, yakni melalui proses kelahiran agar populasinya terus meningkat.

Saat ini, katanya, jumlah pedet (anak sapi) yang dilahirkan di Kabupaten Nunukan hingga Mei 2013 mencapai 1.228 ekor atau 17,20 persen jika dibanding dengan jumlah sapi yang ada.

Diharapkan hingga akhir 2013 terus bertambah sehingga tingkat kelahirannya meningkat hingga 20 persen bahkan lebih karena para peternaka sudah diberi pelatihan dan beberapa kelompok terus ditambah sapi bibit. (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026