Jumlah sapi maupun kerbau yang mencapai 99.533 ekor itu berasal dari peternak di Provinsi Kaltim sebanyak 82.623 ekor dan peternak di Provinsi Kaltara sebanyak 16.910 ekor,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Jumlah sapi dan kerbau di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 mencapai 99.533 ekor atau naik 1.024 ekor ketimbang pendataan ternak pada 2011 sebanyak 98.509 ekor.
"Jumlah sapi maupun kerbau yang mencapai 99.533 ekor itu berasal dari peternak di Provinsi Kaltim sebanyak 82.623 ekor dan peternak di Provinsi Kaltara sebanyak 16.910 ekor," ucap Plh Kepala BPS Provinsi Kaltim Achmad Zaini di Samarinda, Rabu.
Menurutnya, meskipun Kaltara sudah memiliki pemerintahan sendiri hasil pemekaran dari Provinsi Kaltim pada 2012 lalu, tetapi secara pembinaan hingga saat ini masih dilakukan oleh Kaltim, sehingga dalam pendataan ternak oleh BPS saat Sensus Pertanian 2013, provinsi induk masih menyertakan Kaltara dalam pendataan.
Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 khusus untuk Kaltim, terdapat tiga kabupaten yang memiliki sapi maupun kerbau paling banyak, yakni di Kutai Kartanegara yang terdapat 24.489 ekor.
Selanjutnya Kabupaten Kutai Timur terdapat 13.057 ekor, kemudian Kabupaten Paser terdapat 11.994 ekor sapi maupun kerbau.
Sedangkan kabupaten yang memiliki populasi sapi dan kerbau paling sedikit di Kaltim adalah Mahakam Ulu (Mahulu) dengan jumlah 262 ekor sapi dan kerbau. Mahulu adalah kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Kutai Barat pada Desember 2012.
Secara absolut dihitung per kabupaten dan kota, lanjutnya, maka penurunan populasi sapi dan kerbau mulai 2011 hingga 2013 terjadi di Kabupaten Kutai Timur yang turun sebanyak 708 ekor, kemudian penurunan terendah terjadi di Kota Balikpapan yang turun 39 ekor.
Sementara kenaikan populasi sapi maupun kerbau terjadi di Kabupaten Berau yang naik sebanyak 1.079 ekor, kemudian kenaikan terendah terjadi di Kota Bontang yang naik sebanyak 132 ekor. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.