"Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan pelatihan komputer bagi penghuni panti. Jika tahun lalu hanya berjumlah 12 peserta maka tahun ini jumlah peserta naik menjadi 24 orang dari enam panti," ujar Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bontang, Mursyid, di Bontang, Kamis.
Mursyid juga sempat menyinggung adanya dua panti anak yang baru saja berdiri namun belum melakukan pendaftaran ke Dissosnaker.
"Karena belum terdaftar sehingga belum ada peserta dari dua panti itu yang ikut pelatihan komputer tahun ini yakni panti asuhan Choirun Nisaa Tanjung Laut Indah dan Subulana Bontang Lestari," ujarnya.
Mursyid berharap peserta akan mempunyai keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam praktek keseharian.
"Syukur-syukur setelah memperoleh keterampilan komputer ini para peserta dapat mandiri dan membuka lapangan kerja sendiri. Atau setidak-tidaknya dapat membantu kegiatan administrasi dengan baik dalam panti itu sendiri," jelas Mursyid.
Sementara itu instruktur kegiatan ini berjumlah 2 (dua) orang, yaitu Muhammad Azwar dan Sugeng Fahrezi.
Sementara itu enam panti yang masing-masing mengirimkan empat peserta, enam panti dimaksud Aisyah, Mawadatullah, Darul Qurra, Nurum Iman, Nurul Fajri, Rahmatullah.
"Semua panti di Bontang merupakan panti anak dan semua swasta. Pemerintah sendiri belum ada rencana membangun panti dan berencana akan membangun loka bina karya untuk anak cacat plus rumah singgah bagi mereka yang terlantar maupun korban tindak kekerasan sebelum dirujuk ke shelter di Samarinda," ujar Mursyid. (*)
Pewarta: SuratmiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.