“Harga sejumlah bahan pokok meningkat tajam. Contohnya bawang merah yang sebelum bulan puasa hanya Rp 45 ribu terus naik pada Ramadan menjadi Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu dan menjelang Idulfitri menjadi Rp 100 ribu. Belum lagi untuk komoditi lainnya, tentu ini memberikan tekanan besar bagi masyarakat,†ucap Anggota DPRD Kaltim Gunawarman.
Pemerintah dinilai gagal mengendalikan harga pasar. Oleh karenanya dibutuhkan sejumlah program nyata yang efektif dan tepat sasaran seperti pasar murah. Pasalnya, selain memang dibutuhkan juga langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Program ini dinilai tidak terlambat, karena keberadaan pasar murah pada awal dan tengah Ramadan membantu masyarakat dalam menghadapi puasa, sedangkan jelang akhir Ramadan dibutuhkan dalam menghadapi Idulfitri.
Ditambahkannya, Pemprov Kaltim seharusnya mampu mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim untuk merealisasikan program ini serentak menjelang Idulfitri.
“Tidak hanya pemerintah melalui SKPD di bawahnya, melainkan dirasa perlu untuk melibatkan pihak ketiga. Karena perusahaan-perusahaan besar tentu memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat di sekitar dan di daerahnya,†kata Gunawarman.
Politikus asal PKS itu mengatakan bahwa tidak ada kata terlambat dalam melakukan sebuah kebaikan terlebih apa yang menjadi tanggung jawab bersama, dan sudah semestinya pemerintah peka terhadap persoalan yang tiap tahunnya selalu terulang ini. (Humas DPRD Kaltim/adv/bar/met)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.