"SDM yang ditingkatkan oleh Pemprov Kaltim itu diantaranya dengan mengalokasikan dana dari APBD sebesar 20 persen, termasuk pemberian beasiswa ratusan miliar per tahun dengan penerima sekitar 30.000 orang per tahun," ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek di Samarinda, Senin.
Dia meyakini sebelum 2045 Kaltim sudah maju, yakni kemajuannya dimulai pada 2030, pasalnya berbagai persiapan untuk menuju kemajuan pada 2030 sudah dilakukan, seperti dengan upaya terus meningkatkan SDM melalui pelatihan, penganggaran APBD, dan pemberian beasiswa.
Pada 2013 saja, Kaltim menggulirkan beasiswa sebanyak 149 miliar untuk 31.000 lebih penerima. Jumlah itu belum termasuk beasiswa dan penerima yang sudah digulirkan sejak 2008.
Setiap pelajar dan mahasiswa yang mendapat beasiswa tersebut, pada saatnya nanti akan lebih maju dan siap menghadapi persaingan global, sehingga Kaltim akan memiliki pemuda tangguh atau Kaltim mendapat bonus demografi dari generasi muda yang cerdas, aktif, dan kreatif.
Dalam menghadapi persaingan internasional 2030 mendatang, maka semua lini mesti dipersiapkan sejak sekarang agar tidak kalah bersaing dengan serbuan masuknya produk maupun tenaga kerja luar.
"Dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 saja, sudah bisa dibayangkan bahwa Indonesia, termasuk Kaltim akan kebanjiran orang-orang dari luar negeri, apalagi era pasar internasional 2045," katanya.
Menurutnya, apabila menghadapi era itu tidak dipersiapkan dari sekarang, maka mereka yang dari luar yang menang, tetapi ketika sudah dipersiapkan, maka Kaltim akan tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Terkait dengan itu, lanjutnya, adanya visi pembangunan Kaltim 2030 yang sudah digulirkan, maka setidaknya Kaltim sudah siap menghadapi persaingan internasional 2045 yang juga merupakan peringatan 100 tahun Indonesia Merdeka. (*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.