Selama ini peternak Kukar khususnya dan Kaltim umumnya, masih mendatangkan bibit sapi maupun kerbau dari luar daerah, seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan...
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dinas Peternakan Provinsi Kaltim melaksanakan program Village Breeding Center (VBC) atau pusat pembibitan ternak di kawasan perdesaan sebanyak 70 ekor sapi dan kerbau untuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

"Program VBC ini bertujuan untuk mempercepat berkembangnya populasi ternak kerbau dan sapi di Kukar karena daerah itu khususnya dan Kaltim umumnya masih kekurangan daging untuk konsumsi masyarakat setempat," ujar Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim) Dadang Sudarya di Samarinda, Kamis (11/7).

Dadang yang didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya I Gusti Made Jaya Adhi ini melanjutkan, pengembangan VBC kerbau dan sapi ini untuk tahap awal dikonsentrasikan dulu pada dua kelompok petani ternak di Kukar.

Rinciannya adalah untuk satu kelompok petani ternak berupa VBC Sapi sebanyak 40 ekor, sedangkan anggaran yang dialokasikan dari APBD Kaltim 2013 senilai Rp308 juta.

Kemudian untuk satu kelompok petani ternak lagi berupa pengembangan VBC kerbau sebanyak 30 ekor. Angaran yang dialokasikan dari APBD Kaltim 2013 untuk pengadaan 30 ekor kerbau itu senilai Rp255 juta.

Sapi maupun kerbau yang akan didistribusikan untuk dua kelompok ternak di Kukar tersebut, saat ini masih dalam tahap pembelian oleh pemenang lelang, apabila proses pengadaan oleh pihak ketiga itu selesai melakukan pembelian, maka segera didistribusikan kepada dua kelompok ternak tersebut.

Menurut Dadang, VBC adalah suatu kawasan pengembangan peternakan berbasis pada usaha pembibitan ternak rakyat, yakni petani yang tergabung dalam kelompok peternak pembibit.

Apabila pengembangan VBC ini berhasil, maka ke depan para peternak terutama mereka yang usaha melakukan penggemukkan sapi maupun kerbau, maka tidak perlu mencari bibit ternak jauh-jauh, yakni cukup dilayani oleh peternak lokal yang telah berhasil mengembangkan VBC.

"Selama ini peternak Kukar khususnya dan Kaltim umumnya, masih mendatangkan bibit sapi maupun kerbau dari luar daerah, seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, maka dengan adanya VBC di daerah sendiri, ke depan diharapkan mampu mencukupi kebutuhan setempat," kata Dadang. (*)


Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026