Elia N Koilher, Branch Manager PT Kalstar Aviation Cabang Kabupaten Nunukan di Nunukan, Selasa menjelaskan, adanya keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi tidak membuat pihaknya turut menaikkan biaya pengiriman.
Ia mengatakan, Kabupaten Nunukan selama ini hanya sebagai tujuan penerima semata dan bukan wilayah pengiriman sebagaimana kota-kota besar.
"Adapun jika ada rencana untuk menaikkan biaya pengiriman barang akan ditentukan oleh kantor pusat di Tangerang, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan informasi," katanya.
Menurut dia kalau ada rencana menaikkan biaya pengiriman barang biasanya ditentukan dari kantor pusat. Tapi sampai sekarang ini belum ada informasi dari sana
Ia menjelaskan, apabila akan terjadi kenaikan biaya pengiriman barang biasanya kantor pusat telah mengantisipasi sebelumnya sehingga disosialisasikan kepada pelanggan terlebih dahulu.
Elia N Koilher mengatakan, meskipun belum ada kepastian akan menaikkan biaya pengiriman barang melalui armada pesawat PT Kalstar Aviation tidak melebihi Rp1.000 per kilogram.
Selama ini sebut Elia, biaya pengiriman barang tujuan Kota Tarakan sejak empat tahun lalu masih pada kisaran Rp5.000 per kilogram, Rp7.500 per kilogram tujuan Kabupaten Berau, Samarinda Rp10.000 per kilogram, Balikpapan Rp14.000 per kilogram.
"Sejak empat tahun lalu, belum ada kenaikan biaya pengiriman (barang) di armada milik PT Kalstar ini. Jadi adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM saya rasa tidak akan ada kenaikan biaya," ujarnya.
Elia menyatakan, kalaupun ada perubahan biaya pengiriman barang kemungkinan besar hanya terjadi dari kota besar tujuan Kabupaten Nunukan.(*)
Pewarta: M.RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026