"Kita ambil contoh cabor renang. Di kejurnas beberapa waktu lalu Kaltim menempati posisi ke 7 nasional, padahal di PON Riau cabor ini tidak begitu mencolok dalam prestasi. Namun dengan perhatian, pelatihan secara terus menerus, pembinaan yang baik, cabor renang menuai prestasi gemilang," ucap politikus dari Partai Golkar ini.
Ia menambahkan, jaminan pembiayaan yang dimaksud adalah pembiayaan kebutuhan baik itu fasilitas latihan maupun uang pembinaan yang memacu semangat atlet untuk lebih berprestasi.
"Motivasi berupa uang pembinaan juga menumbuhkan rasa memiliki atlet terhadap daerahnya. Jangan sampai terjadi jual beli atlet, seperti pengalaman yang terjadi sebelumnya. Disinilah gunanya jaminan dari KONI dan Pemprov Kaltim dalam menunjang prestasi atlet," tutur wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) II (Balikpapan, PPU dan Paser,) ini.
Terdapat 3 poin dalam mendukung atlet untuk menuai kesuksesan, yaitu kegiatan yang berlangsung terus menerus, pembinaan yang baik dan dukungan KONI dan Pemprov Kaltim.
Selama ini dirasa penganggaran untuk uang pembinaan untuk atlet sangat minim, untuk tryout terkadang beberapa cabor masih terkendala dana. Padahal dana yang dianggarkan cukup besar, namun pada saat realisasi sangat sedikit.
"Untuk itu KONI dan Pemprov harus saling berkoordinasi, mencari solusi untuk memotivasi atlet guna menunjang prestasi yang bakal mengharumkan Kaltim sendiri," ungkap Suwandi. (Humas DPRD Kaltim/adv/dit/dhi/met)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.