Paris (ANTARA) - Saham-saham Prancis berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat waktu setempat (11/2) mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot 1,27 persen atau 89,95 poin, menjadi menetap di 7.011,60 poin.


Indeks CAC 40 terpangkas 0,41 persen atau 29,33 poin menjadi 7.101,55 poin pada Kamis (10/2), setelah melonjak 1,46 persen atau 102,47 poin menjadi 7.130,88 poin pada Rabu (9/2) dan terkerek 0,27 persen atau 19,16 poin menjadi 7.028,41 poin pada Selasa (8/2).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40 hanya delapan saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 32 saham lainnya mengalami kerugian.

Unibail-Rodamco-Westfield SE, sebuah perusahaan pengembang properti dan real estat komersial Prancis menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 3,98 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur kacamata, lensa, dan produk perawatan mata lainnya EssilorLuxottica yang kehilangan 3,65 persen, serta rumah mode barang-barang fesyen mewah Prancis Hermes International SA melemah 3,35 persen.

Sementara itu, Worldline, sebuah perusahaan layanan transaksi dan pembayaran multinasional Prancis melambung 5,78 persen menjadi peraih keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan industri farmasi dan alat kesehatan multinasional Prancis Sanofi yang terangkat 1,04 persen, serta perusahaan industri makanan multinasional Prancis Danone menguat 0,94 persen.



Pewarta: Apep Suhendar
Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026