"AFI lebih senang menggunakan APBD lebih besar untuk pembangunan infrastruktur 'mercusuar' seperti jalan tol, Hall Centre dan lainnya yang pengerjaannya harus memakai tahun anggaran jamak, namun hasil evaluasi selama 4 tahun perjalanannya tak sesuai dengan harapan masyarakat," ucap Datu Yaser Arafat saat menjadi juru bicara FPDIP pada Rapat Paripurna XII, Pandangan Umum F-PDI Perjuangan tentang LKPj Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2012, Kamis (23/5) lalu di gedung Utama Dewan, Karang Paci.
F-PDI Perjuangan menilai hal ini sebagai bentuk ketidak berhasilan kepemimpinan AFI sebagai gubernur dalam satu periode ini, sebagai catatan fraksi ini memaparkan beberapa poin diantaranya semua pembangunan proyek "mercusuar" memiliki tingkat pencapaian yang rendah sampai tahun anggaran 2012, belum lagi lama pelaksanaannya yang terhambat pembebasan lahan dan ijin.
Ide baru seperti Food Estate yang jika dilihat memiliki perkembangan yang sangat lambat bahkan desain yang dibangun justru lebih condong bermanfaat untuk golongan atas daripada untuk para petani.
"Gubernur harus fokus, jangan selalu muncul ide baru namun tak terselesaikan seiring waktu berjalan," tegas pria kelahiran Tanjung Palas, 15 November 1971.
Menurut penuturan Politisi Dapil V (Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, Tana Tidung) ini poin tersebut mengindikasikan adanya perencanaan yang tidak komprehensif dengan menyelesaikan prasyarat awal untuk menetapkan penyelenggaraan pembangunan.
Fraksi berlambang banteng ini lebih memberikan apresiasi jika proyek jembatan kembar yang bersebelahan dengan jembatan mahakam cepat tuntas mengingat sifatnya urgensinya oleh masyarakat. (Humas DPRD Kaltim/dit/dhi)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.