Sebenarnya total sapi yang akan disalurkan pada 2013 mencapai 8.541 ekor, tetapi khusus dari bidang yang saya tangani akan menyerahkan sebanyak 1.410 bibit sapi, ujar I Gusti Made Jaya Adhi, Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya Dinas Peternakan Kaltim ditemui di Samarinda, Jumat.
Rincian dari 1.410 ekor sapi itu adalah sebanyak 350 ekor sapi untuk program pemberdayaan peternak di tiga kabupaten, yakni untuk petani peternak di Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Kabupaten Kutai Barat, terdiri atass 35 sapi pejantan dan 315 sapi betina.
Kemudian untuk beberapa kelompok peternak sapi di Kota Tarakan mendapat bantuan penambahan ternak bibit sebanyak 150 ekor, yakni terdiri 15 ekor sapi pejantan dan 135 ekor sapi betina.
Selanjutnya berupa pendistribusian bibit sapi kepada masyarakat peternak di tiga kabupaten, yakni Berau, Bulungan, dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang totalnya mencapai 700 ekor, terdiri dari 70 ekor pejantan dan selebihnya yang sebanyak 630 ekor merupakan sapi betina.
Kegiatan lainnya berupa pemberdayaan peternak di dua kabupaten, yakni Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan total 210 ekor sapi, terdiri 26 ekor sapi betina dan 184 ekor sapi jantan.
Dana untuk pembelian sapi tersebut berasal dari pemerintah pusat dan dari Pemprov Kaltim. Kementerian Pertanian dan Pemprov Kaltim memang sepakat untuk memperbanyak sapi betina, tujuannya adalah agar populasi sapi di Kaltim cepat berkembang karena diharapkan para betina bisa bunting tiap tahun.
Jika populasi sapi terus meningkat, lanjutnya, maka program pemerintah pusat yang ingin swasembada daging pada 2014 dapat tercapai sehingga Indonesia tidak lagi impor sapi, kemudian Pemprov Kaltim juga tidak lagi mendatangkan sapi dari luar daerah. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.