"Perdagangan luar negeri merupakan kegiatan ekonomi yang sangat berperan dalam menunjang pembangunan, dari kegiatan ekspor akan diperoleh devisa yang merupakan salah satu sumber dana untuk membiayai pembangunan," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (Kaltim) Johny Anwar di Samarinda, Senin.
Sementara itu, lanjutnya, dari kegiatan impor akan diperoleh bahan baku penolong dan barang modal yang diperlukan dalam pembangunan dalam negeri.
Berbagai komoditi yang diekspor Kaltim selama Oktober 2012 antara lain minyak dan gas (migas) atau bahan bakar mineral, bahan kimia anorganik, kayu dan barang-barang dari kayu sedangkan komoditi yang diimpor juga sama dengan yang diekspor.
Perbedaan antara komoditi yang diekspor dan yang diimpor adalah, barang yang diekspor merupakan komoditi mentah sedangkan barang yang diimpor adalah komoditi masak atau yang siap pakai atau siap konsumsi.
Komdoti yang diekspor ke sejumlah negara tujuan pada Oktober 2012 antara lain bahan bakar mineral yang di dalamnya ada migas dan batu bara dengan nilai ekspor 2,337 miliar dolar, disusul ekspor kayu dan barang-barang dari kayu dengan nilai 36,84 juta dolar.
Berada di posisi tiga besar sebagai komoditi yang diekspor Kaltim adalah bahan kimia anorganik dengan nilai 28,82 juta dolar, komoditi pupuk di peringkat empat dengan nilai 20,19 juta dolar, ikan dan krustesea serta vertebrata air lainnya sebesar 10,54 juta dolar.
Sementara komoditi yang diimpor Kaltim dari sejumlah negara penghasil atau pengolah antara lain bahan bakar mineral dengan nilai 666,81 juta dolar, mesin dan peralatan mekanis serta bagian daripadanya senilai 108,70 juta dolar, kapal, perahu, dan struktur terapung lainnya dengan nilai13,53 juta dolar.
Kemudian kendaraan selain yang bergerak di atas rel kereta api serta bagiannya senilai 53,36 juta dolar, karet dan barang daripadanya senilai 16,68 juta dolar, dan barang dari besi atau baja senilai 10,41 juta dolar.(*)
Pewarta: M.Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.