"Akhirnya Kaltim di ajang P2HP Award yang digelar Direktorat Jenderal P2HP Kementerian Pertanian mampu meraih prestasi membanggakan karena menyabet dua penghargaan sekaligus di even nasional itu," kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Syaiful Akhyar didampingi Kepala Bidang Pasca Panen dan Kesmavet, Bachdar Johan.
Penghargaan tersebut ujarnya, diraih pelaku usaha industri rumahan untuk kegiatan P2HP Telur Asin Pindang Sri Mulyati dari Balikpapan yang diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Suswono, belum lama ini.
Prestasi ini membuktikan kegiatan P2HP di Kaltim memiliki daya saing tinggi dibanding daerah lain. Sebab, penghargaan tersebut berdasarkan penilaian yang dilakukan penyelenggarakan kepada 90 peserta dari seluruh daerah di Indonesia.
Setelah dilakukan presentasi dan verifikasi beberapa tahap telah meloloskan empat nominator yakni Kaltim, Jawa Tengah dan Jawa Barat serta Bali. Selanjutnya, hasil akhir dari penyelenggara memberikan penilaian tinggi terhadap usaha Telur Asin Pindang Balikpapan.
Menurut Syaiful, terhadap kegiatan P2HP di Kaltim pihaknya secara rutin dan teratur memberikan pembinaan bagi para pelaku usaha tersebut. Sehingga, berbagai kegiatan P2HP di kabupaten dan kota dapat berkembang dan berdaya saing.
"Pembinaan secara berkelanjutan kita laksanakan terutama untuk mendukung peningkatan nilai ekonomi pasca panen yang dilakukan para pelaku usaha industri rumahan di setiap daerah, sehingga akan berimbas pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan," ujar Syaiful.
Selain itu, Kaltim kembali meraih prestasi untuk penghargaan Rumah Potong Hewan (RPH) terbaik nasional untuk juara Harapan II nasional yang diselengarakan Kementerian Pertanian.
"Penghargaan RPH Terbaik Harapan II Nasional diraih RPH Kota Balikpapan, karena dinilai mamu melaksanakan pola ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) serta higienis. Pembinaan juga kita lakukan bagi RPH-RPH di setiap kabupaten dan kota agar mampu melaksanakan pola ASUH," ungkap Syaiful. (Humas Pemprov Kaltim/yans/adv)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.