Komitmen menjaga bumi ini semakin kokoh lewat penerapan instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui percepatan transisi menuju pemakaian energi bersih

Samarinda (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas kesembilan oleh Kementerian Lingkingan Hidup RI, berkat inovasi lingkungan yang berkelanjutan.

"Capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim untuk melampaui kepatuhan terhadap regulasi, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal di Sasono Langen Budoyo melalui keterangan tertulis yang diterima di Samarinda, Rabu.

Penghargaan tertinggi di bidang tata kelola ekosistem tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. 

Disampaikan Gusrizal, keberhasilan korporasi dalam mempertahankan prestasi ini ditopang oleh eksekusi program unggulan perusahaan sepanjang tahun 2025. 

"Tiga pilar andalan yang menjadi landasan utama perusahaan meliputi terobosan pada bidang sosial, pelestarian ekologi atau eco-inovasi, serta penerapan nilai ekonomi karbon," papar dia.

Pada sektor pemberdayaan masyarakat, produsen pupuk tersebut melakukan inisiasi program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA). 

Pupuk Kaltim kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas kesembilan oleh Kementerian Lingkingan Hidup RI, berkat inovasi lingkungan berkelanjutan. (ANTARA/HO-PKT)

Langkah ini dirancang khusus untuk mengolah tumpukan limbah sektor pertanian maupun peternakan agar dapat bertransformasi menjadi sumber energi alternatif berupa biogas. 

"Sistem agroenergi tersebut secara langsung mengkolaborasikan potensi para petani lokal dengan pemanfaatan energi terbarukan di dalam satu kawasan yang terpadu," ungkap Gusrizal. 

Entitas bisnis ini turut meluncurkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) guna mendongkrak kualitas pengasuhan generasi penerus di sekitar area operasional pabrik. 

Kehadiran fasilitas sosial tersebut terbukti mampu memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap upaya peningkatan taraf kesejahteraan serta kemandirian keluarga masyarakat setempat. 

Berpindah ke aspek pelestarian alam, manajemen memperkuat konsep aksi bertajuk "Road to Zero Waste" demi mewujudkan sistem pengelolaan sampah mandiri. 

Kebijakan keberlanjutan ini dinilai pihaknya efektif dalam memangkas tingkat ketergantungan warga maupun kawasan industri terhadap daya tampung tempat pembuangan akhir. 

Pendekatan ini juga berhasil membuktikan bahwa sisa material rumah tangga dapat menjadi sumber daya bernilai tinggi apabila dikelola menggunakan metode yang tepat. 

"Komitmen menjaga bumi ini semakin kokoh lewat penerapan instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui percepatan transisi menuju pemakaian energi bersih," cakap Gusrizal.

Perusahaan secara bertahap telah mengoperasikan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tahap pertama dengan daya sebesar 1,2 Megawatt pada tahun 2022 silam. 

Ekspansi infrastruktur ramah iklim tersebut kemudian dilanjutkan melalui penyelesaian fase kedua berkapasitas 2,6 Megawatt yang mulai beroperasi penuh pada 2024 lalu. 

Tidak berhenti sampai di sana, manajemen perusahaan kini tengah mematangkan rencana pendirian panel surya tambahan berkapasitas 2,3 Megawatt pada tahun 2026. 

Peta jalan dekarbonisasi korporasi ini nantinya akan diperkuat pula dengan perumusan skema kerja sama taktis terkait mekanisme pemanfaatan gas sisa karbon dioksida. 

Pupuk Kaltim kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas kesembilan oleh Kementerian Lingkingan Hidup RI, berkat inovasi lingkungan berkelanjutan. (ANTARA/HO-PKT)

Serangkaian manuver hijau ini menjadi wujud nyata keseriusan perusahaan untuk terus menekan angka emisi demi bertransformasi menjadi industri rendah karbon. 

Dari sudut pandang teknis, tingkat efisiensi pengolahan terus digenjot Pupuk Kaltim semaksimal mungkin melalui pengerjaan proyek pembaharuan fasilitas Revamping Ammonia Pabrik-2. 

Potensi bisnis juga semakin diperluas ke berbagai lini sektor hilirisasi, salah satunya melalui proses perancangan pembangunan pabrik soda ash berskala besar. 

"Segala bentuk pencapaian inovatif ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi maksimal dalam menyukseskan target besar pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan," demikian Gusrizal.

Ajang PROPER sendiri merupakan instrumen resmi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengukur tingkat kepatuhan, inovasi sosial, serta dampak positif pelaku usaha terhadap kelestarian bumi. (Adv)



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026