Samarinda (ANTARA News Kaltim)- Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak kecewa saat menjadi pemimpin upacara HUT ke-67 Kemerdekaan RI di Stadion Madya Samarinda karena tiba-tiba listrik padam.
"Saya akan memberikan teguran kepada Perusahana Listrik Negra (PLN) Samarinda, karena acara ini adalah hari besar, hari bersejarah, seharusnya PLN menjaga kemungkinan terburuk sehingga listrik tidak padam," kata gubernur ditemui usai memimpin acara tersebut di Stadion Madya Samarinda, Jumat.
Akibat insiden itu, acara inti mulai pembukaan sampai pengibaran bendera Merah Putih dan acara inti lainnya yang seharusnya mendapat arahan dari MC melalui pengeras suara, tidak dapat didengarkan oleh semua hadirin.
Padahal acara tersebut digelar di stadion sepak bola yang dihadiri ribuan warga dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, PNS di lingkungan Pemprov Kaltim dan PNS Pemkot Samarinda, TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya.
Meskipun listrik padam, namun peringatan bersejarah bagi bangsa Indonesia itu tetap berjalan. Berkait suara lantang dan keras dari MC, pengibaran bendera Merah Putih tetap dapat dilanjutkan.
Selain kecewa terhadap PLN Samarinda, gubernur juga mengaku kecewa terhadap panitia penyelenggara peringatan hari kemerdekaan.
Seharusnya panitia juga menjaga kemungkinan terburuk atas padamnya listrik PLN, yakni dengan menyediakan genset agar pengeras suara dapat berfungsi.
Saat acara hiburan sambil menunggu para pejabat datang dan dimulainya acara pada pukul 10.00 WITA, listrik masih menyala sehingga berbagai lagu bertema perjuangan dan lagu daerah yang dinyanyikan oleh artis setempat dapat didengar baik melalui "sound system".
Namun begitu masuk acara inti, listrik langsung padam.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Drs Subekti MSc MPA mengatakan peristiwa itu tidak ada unsur sabotase atau sejenisnya, hanya masalah teknis karena saat gladi bersih semua berjalan baik dan sesuai prosedur.
Dia berjanji dalam upacara penurunan bendera yang akan dilakukan pada sore hari panitia akan lebih siap agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.
"Untuk upacara penurunan bendera sore nanti, saya akan koordinasi dengan PLN dan panitia upacara, agar semua berjalan dengan lancar dan tidak terjadi insiden seperti tadi," kata Subekti.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012
"Saya akan memberikan teguran kepada Perusahana Listrik Negra (PLN) Samarinda, karena acara ini adalah hari besar, hari bersejarah, seharusnya PLN menjaga kemungkinan terburuk sehingga listrik tidak padam," kata gubernur ditemui usai memimpin acara tersebut di Stadion Madya Samarinda, Jumat.
Akibat insiden itu, acara inti mulai pembukaan sampai pengibaran bendera Merah Putih dan acara inti lainnya yang seharusnya mendapat arahan dari MC melalui pengeras suara, tidak dapat didengarkan oleh semua hadirin.
Padahal acara tersebut digelar di stadion sepak bola yang dihadiri ribuan warga dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, PNS di lingkungan Pemprov Kaltim dan PNS Pemkot Samarinda, TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya.
Meskipun listrik padam, namun peringatan bersejarah bagi bangsa Indonesia itu tetap berjalan. Berkait suara lantang dan keras dari MC, pengibaran bendera Merah Putih tetap dapat dilanjutkan.
Selain kecewa terhadap PLN Samarinda, gubernur juga mengaku kecewa terhadap panitia penyelenggara peringatan hari kemerdekaan.
Seharusnya panitia juga menjaga kemungkinan terburuk atas padamnya listrik PLN, yakni dengan menyediakan genset agar pengeras suara dapat berfungsi.
Saat acara hiburan sambil menunggu para pejabat datang dan dimulainya acara pada pukul 10.00 WITA, listrik masih menyala sehingga berbagai lagu bertema perjuangan dan lagu daerah yang dinyanyikan oleh artis setempat dapat didengar baik melalui "sound system".
Namun begitu masuk acara inti, listrik langsung padam.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Drs Subekti MSc MPA mengatakan peristiwa itu tidak ada unsur sabotase atau sejenisnya, hanya masalah teknis karena saat gladi bersih semua berjalan baik dan sesuai prosedur.
Dia berjanji dalam upacara penurunan bendera yang akan dilakukan pada sore hari panitia akan lebih siap agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.
"Untuk upacara penurunan bendera sore nanti, saya akan koordinasi dengan PLN dan panitia upacara, agar semua berjalan dengan lancar dan tidak terjadi insiden seperti tadi," kata Subekti.
Editor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012