Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Sebuah tugboat penarik ponton batu bara terbalik di perairan Sungai Mahakam, Senin siang.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tugboat penarik ponton bermuatan 4.000 ton batu bara yang akan berlayar menuju Palu, Sulawesi Tengah, tersebut terbalik di perairan Sungai Mahakam atau di sekitar perairan Muara Pegah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 15.00 Wita yang menyebutkan tugboat TB Pratama V yang menarik tongkang Asia Fride 23179 terbalik sekitar 20 mil dari Kota Samarinda atau di perairan Muara Pegah, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Senin siang sekitar pukul 13.00 Wita," ungkap Administrator Pelabuhan Samarinda, Bay M. Hasani, kepada wartawan, Senin sore.
Namun, kecelakaan kapal TB Pratama V itu, kata Bay M. Hasani, tidak sampai menimbulkan korban jiwa serta mengganggu jalur pelayaran kapal penumpang dari Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Samarinda, Kalimantan Timur.
"Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, tugboat yang berlayar dari Pelabuhan Samarinda menuju Palu itu terbalik akibat kandas oleh lumpur. Namun, sembilan awak kapal tugboat itu berhasil selamat dan sudah dievakuasi dari kapal naas tersebut," katanya.
Sementara itu, ponton bermuatan batu bara yang ditarik tugboat yang terbalik tersebut langsung dipindahkan ke area yang aman agar tidak mengganggu jalur pelayaran.
"Tiga personel telah kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan sekaligus mengamankan lokasi agar tidak mengganggu alur Sungai Mahakam yang menjadi jalur pelayaran itu," ungkap Bay M. Hasani.
Sejauh ini lanjut Administrator Pelabuhan Samarinda itu, belum diketahui penyebab pasti terbaliknya tugboat tersebut.
"Kami masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti terbaliknya tugboat itu dengan memeriksa sembilan awak termasuk nakhoda tugboat tersebut. Namun, langkah awal yang kami lakukan saat ini yakni terlebih dahulu mengevakuasi tugboat dan tongkang itu agar tidak sampai mengganggu alur pelayaran," kata Bay M. Hasani. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tugboat penarik ponton bermuatan 4.000 ton batu bara yang akan berlayar menuju Palu, Sulawesi Tengah, tersebut terbalik di perairan Sungai Mahakam atau di sekitar perairan Muara Pegah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 15.00 Wita yang menyebutkan tugboat TB Pratama V yang menarik tongkang Asia Fride 23179 terbalik sekitar 20 mil dari Kota Samarinda atau di perairan Muara Pegah, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Senin siang sekitar pukul 13.00 Wita," ungkap Administrator Pelabuhan Samarinda, Bay M. Hasani, kepada wartawan, Senin sore.
Namun, kecelakaan kapal TB Pratama V itu, kata Bay M. Hasani, tidak sampai menimbulkan korban jiwa serta mengganggu jalur pelayaran kapal penumpang dari Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Samarinda, Kalimantan Timur.
"Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, tugboat yang berlayar dari Pelabuhan Samarinda menuju Palu itu terbalik akibat kandas oleh lumpur. Namun, sembilan awak kapal tugboat itu berhasil selamat dan sudah dievakuasi dari kapal naas tersebut," katanya.
Sementara itu, ponton bermuatan batu bara yang ditarik tugboat yang terbalik tersebut langsung dipindahkan ke area yang aman agar tidak mengganggu jalur pelayaran.
"Tiga personel telah kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan sekaligus mengamankan lokasi agar tidak mengganggu alur Sungai Mahakam yang menjadi jalur pelayaran itu," ungkap Bay M. Hasani.
Sejauh ini lanjut Administrator Pelabuhan Samarinda itu, belum diketahui penyebab pasti terbaliknya tugboat tersebut.
"Kami masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti terbaliknya tugboat itu dengan memeriksa sembilan awak termasuk nakhoda tugboat tersebut. Namun, langkah awal yang kami lakukan saat ini yakni terlebih dahulu mengevakuasi tugboat dan tongkang itu agar tidak sampai mengganggu alur pelayaran," kata Bay M. Hasani. (*)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012