Penajam (ANTARA Kaltim) -  Keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan trans Kalimantan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terkesan terabaikan, terbukti hingga kini pemerintah tidak juga memperbaiki jalan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, Jumat, terlihat jalan di sepanjang Semoi Kilometer 38 Kecamatan Penajam sampai Simpang Silkar Kelurahan Petung, sampai saat ini kondisinya masih rusak parah.

Padahal jalan trans Kalimantan itu merupakan salah satu akses transportasi sangat penting dalam menunjang perekonomian Provinsi Kaltim.

Sebagian warga menyebut jalan itu seperti jalan tambang yang sangat sulit untuk dilalui.

Bahkan, warga Kecamatan Sepaku juga menyebut jalan trans Kalimantan di area Gunung Sabut menuju Simpang Silkar kondisi jalannya hampir rata dengan lubang.

"Jalanan di Sepaku susah dilalui karena di beberapa ruas telah mengalami longsor," ujar Dalil, warga Sepaku II.

Menurut ia, waktu tempuh untuk menuju Kecamatan Penajam yang biasanya hanya 1,5 jam, kini bisa mencapai hampir tiga jam karena kondisi jalan rusak yang sulit dilewati kendaraan.

Ricky, warga Kecamatan Sepaku lainnya, menambahkan bahwa sebagian warga lebih memilih jalan memutar melalui kilometer 38 Semboja-Balikpapan untuk menuju pusat kota Penajam Paser Utara yang berada di Kecamatan Penajam.

"Kebanyakan warga melalui jalan memutar ke Balikpapan dan menggunakan klotok, speedboat atau feri untuk menuju pusat pemerintahan, daripada harus melalui jalur Simpang Silkar yang rusak parah dan cukup berbahaya," jelasnya.

Kerusakan jalan trans Kalimantan itu dinilai warga bukan hanya diakibatkan cuaca, tetapi juga aktivitas truk bermuatan berat dan truk proyek yang sering melintas.

Menurut Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, kerusakan jalan trans Kalimantan di wilayah Penajam sudah terjadi selama bertahun-tahun, namun belum mendapat perhatian maksimal dari Dinas Pekerjaan Umum Kaltim. (*)

Pewarta: Bagus Purwa

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017