Samarinda (ANTARA Kaltim) - Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur untuk kesekian kalinya kembali melakukan aksi bersih-bersih Sungai Karang Mumus Samarinda, sebagai upaya mengembalikan fungsi sungai sekaligus membangun ekowisata untuk menumbuhkan ekonomi lokal.

"Sungai Karang Mumus (SKM) merupakan aset yang luar biasa mahalnya, bahkan tidak bisa dinilai dengan uang karena merupakan rahmat Allah yang tak terhingga. Tapi sayang, aset berharga ini tidak diperhatikan," ujar Ketua IKWI Provinsi Kaltim Nani Heriyani di Samarinda, Senin.

Hal itu dikatakan Nani ketika memungut sampah sekaligus berwisata di SKM bersama sejumlah anggota IKWI, yang juga dihadiri Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kaltim Munanto dan Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya.

Kehadiran mereka ke SKM untuk mendukung komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) yang diketuai Misman. Komunitas ini setiap hari bergerak mengkampanyekan sekaligus memberikan contoh nyata bagaimana seharusnya mensyukuri nikmat Allah berupa sungai.

SKM, lanjut Nani, sebuah anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Ada beberapa cara untuk mensyukurinya, seperti turut mengambil sampah di sungai. Kalau pun tidak ada waktu membersihkan sungai, maka cara yang bijak adalah tidak membuang sampah ke sungai.

"Sungai ini harus kita jaga dan rawat, bukan malah dijadikan tempat pembuangan sampah seperti yang terjadi selama ini. Kita harus arif terhadap lingkungan. Apabila tidak bisa merawat, cukuplah kita tidak merusaknya," ujar Nani yang juga seorang guru ini.

Sungai, tambahnya, merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lain. Apalagi SKM masih difungsikan oleh perusahaan air bersih untuk melayani warga Samarinda, terutama warga yang tinggal di Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Samarinda Utara.

Menurut Nani, apabila SKM terawat dan dirawat, maka keindahan yang tercipta dapat merangsang warga untuk berwisata sehingga peluang pertumbuhan ekonomi baru bisa terwujud, apalagi dengan keadaan seperti saat ini saja sudah mulai terbangun ekowisata, terutama daya tarik Keinan Kanopi di bagian hulu SKM.

Ia melanjutkan kegiatan yang dilakukan ini juga dirangkai dengan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Namun karena banyak kaum ibu IKWI Kaltim yang memiliki agenda lain dan persiapan liburan, maka peringatan Hari Ibu dimajukan. (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016