Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Program Pemberdayaan Peternak yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Timur menyediakan sebanyak 150 ekor sapi untuk dipelihara oleh kelompok ternak.

"Jumlah 150 ekor sapi itu terdiri dari 135 betina dan 15 pejantan. Jumlah betina yang diberikan jauh lebih banyak ketimbang pejantan, karena satu pejantan bisa mengawini hingga puluhan ekor betina," ujar Kabid Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Yakob Pangendongan di Samarinda, Minggu.

Tahun ini, lanjutnya, Pemprov Kaltim menjalankan beberapa program dalam upaya mempercepat penambahan populasi sapi, di antaranya program pengembangan ternak sapi dengan menyebarkan 150 ekor untuk kelompok ternak.

Kemudian program pengembangan sapi pascatambang dengan mengalokasikan 50 ekor, program pemberdayaan peternak dengan mengalokasi 150 ekor sapi, serta program pembibitan dan budidaya dengan menyebarkan sebanyak 315 ekor sapi untuk sejumlah kelompok ternak.

Sedangkan penerima bantuan untuk program pemberdayaan peternak khusus di Kabupaten Kutai Timur yang telah disebarkan 150 ekor sapi, antara lain untuk Kelompok Ternak Rimbun Sejahtera di Dusun Bukit Raya, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan yang mendapat bantuan 19 ekor sapi.

Kemudian Kelompok Ternak Sumber Rejeki di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Kecamatan Teluk Pandan. Kelompok yang diketuai Abdul Samad ini memperoleh 19 ekor sapi yang terdiri 17 bentina dan 2 ekor pejantan.

Berikutnya Kelompok Ternak Cahaya Baru di Jalan Poros Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Kelompok ini mendapat bantuan 18 ekor sapi yang terdiri 16 betina dan 2 ekor pejantan.

Selanjutnya, Kelompok Ternak Pantai Harapan di Selangkau, Kecamatan Kaliorang. Kelompok ini mendapat bantuan 19 ekor sapi lokal dengan rincian 18 betina dan satu ekor pejantan.

"Semua sapi yang dibantukan ini tidak boleh dijual atau dipotong sampai mereka beranak pinak. Selanjutnya, dalam dua tahun indukannya akan digulirkan kepada anggota kelompok lain yang belum menerima bantuan. Begitu seterusnya per dua tahun," ujar Yakob.(*)

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016