Tenggarong (ANTARA Kaltim) - Rumah Sakit Umum Daerah A.M Parikesit Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, berhasil melakukan operasi rekonstruksi wajah terhadap pasien yang mengalami luka parah akibat kecelakaan lalu lintas.

Direktur RSUD AM Parikesit dr Martina Yulianti dihubungi di Tenggarong, Selasa, mengatakan operasi rekonstruksi wajah tersebut merupakan operasi besar kedua yang dilakukan rumah sakit milik Pemeritah Kabupaten Kutai Kartanegara, setelah beberapa waktu sebelumnya sukses melakukan operasi besar ortophedi.

"Gedung baru, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta peralatan medis yang canggih memungkinkan operasi besar ini dilakukan di RSUD AM Parikesit. Hal ini tentu membutuhkan sinergi kerja yang baik antara manajemen dan para staf medis," kata Martina Yulianti.

Sebelum dipindahkan ke Tenggarong Seberang, RSUD AM Parikesit telah banyak melakukan persiapan untuk menyongsong perubahan budaya dan kualitas pelayanan yang lebih baik.

"Setelah menempati gedung baru yang dilengkapi peralatan medis yang canggih, pelayanan kesehatan semakin meningkat. Saat ini, RSUD AM Parikesit telah memiliki dokter spesialis yang cukup lengkap dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Kalimantan Timur," papar Martina.

Ketua tim operasi rekonstruksi wajah RSUD AM Parikesit dr Beatrice mengatakan operasi rekonstruksi wajah itu melibatkan lima dokter spesialis, yakni bedah plastik, mata, bedah umum, paru, dan anastesi.

Sejak masuk ruang Unit Gawat Darurat (UGD), pasien yang akan menjalani operasi rekonstruksi wajah itu telah mengalami tiga kali operasi.

Operasi pertama dilakukan pada hari terjadinya kecelakaan 26 Februari 2016 untuk tujuan "life saving", yakni mengamankan jalan nafas (airway), menyelamatkan jaringan lunak serta menghentikan pendarahan.

Operasi kedua berlangsung pada 4 Maret 2016 yang bertujuan membuat jalan pernafasan alternatif (trakeostomi) untuk persiapan operasi ketiga yang dilaksanakan pada Senin (7/3).

Menurut Beatrice, operasi ketiga merupakan upaya penyelamatan jaringan lunak dan merekonstruksi wajah pasien dengan memasang plat pada bagian-bagian tulang yang patah.

Operasi ketiga itu melibatkan beberapa dokter spesialis, karena beberapa organ vital pada wajah pasien mengalami kerusakan yang parah.

"Tulang pada wajah pasien mengalami patah dan pecah pada bagian tulang pipi, hidung, rahang, tulang mata, dan langit-langit mulut lepas, serta ada jejas atau memar akibat benturan di bagian dada," katanya.

"Operasi yang memakan waktu lebih dari 10 jam itu terlaksana dengan melibatkan sebagian besar tim ruang operasi RSUD," ujar Beatrice.      (*)

Pewarta: Hayru Abdi

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016