Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Provinsi Kalimantan Timur menumbuhkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh siswanya melalui serangkaian kegiatan edukatif, sosial, dan keagamaan.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya melihat Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur biasa, melainkan sebuah momentum bersejarah nasional yang harus selalu diperingati dan diresapi dalam kehidupan sehari-hari," kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Provinsi Kalimantan Timur Rabiatul Adawiyah saat dihubungi dari Samarinda, Senin.
ia mengatakan, sebanyak 74 siswa Sekolah Rakyat yang terdiri dari 49 pelajar tingkat SD dan 25 pelajar tingkat SMA dilibatkan secara aktif dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut guna memperkuat pemahaman ideologi bangsa sejak usia dini.
Bagi para siswa tingkat SMA, pihak sekolah menyelenggarakan perlombaan membuat desain flyer bertema peringatan Hari Lahir Pancasila dengan memanfaatkan aplikasi Canva sebagai wadah menuangkan kreativitas digital mereka.
Sementara itu, siswa tingkat SD dibagi ke dalam kelas pengayaan khusus Pancasila, dengan rincian kelas rendah diajak mewarnai brosur bertema nasionalisme dan kelas tinggi mengikuti kuis interaktif seputar wawasan kebangsaan.
Pihak sekolah juga senantiasa mengingatkan para siswa bahwa tanggal 1 Juni merupakan hari bersejarah bagi Indonesia, karena momen penting ini seringkali terlupakan dan hanya dianggap sebagai hari libur biasa oleh masyarakat.
Baca juga: Gubernur Kaltim: Hari Pancasila momentum teguhkan komitmen kebangsaan
Dalam aktivitas harian, pengamalan sila pertama yang berketuhanan Yang Maha Esa diwujudkan melalui pembiasaan ibadah rutin seperti shalat lima waktu bagi Muslim, bimbingan rohani bagi Nasrani, serta kegiatan ekstrakurikuler mengaji.
"Khusus untuk siswa SD, mereka diarahkan untuk mengulang dan menghafal surat-surat pendek selepas salat magrib, meskipun program tahfiz secara umum masih terkendala karena sebagian besar siswa masih belajar membaca Iqro," papar Rabiatul.
Ia menambahkan, nilai gotong royong dan kepedulian sosial juga diterapkan lewat aksi kebersihan lingkungan seperti membersihkan parit setiap hari Sabtu, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berkebun serta menanam pohon bersama pada hari Minggu.
Guna memupuk jiwa patriotisme, Sekolah Rakyat mengadakan kegiatan kepramukaan setiap hari Jumat serta latihan pencak silat dua kali seminggu pada malam Sabtu dan malam Minggu yang dilatih langsung oleh personel TNI.
"Pendidikan karakter bagi seluruh siswa kami kemudian diperkuat melalui pengayaan materi pelajaran PPKn dan agama yang dikombinasikan dengan sesi mentoring kelompok secara berkala oleh masing-masing wali kelas," demikian Rabiatul.
Baca juga: Kodim Kutim tanamkan nilai-nilai Pancasila melalui Kampung Pancasila
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026