Balikpapan (ANTARA News) - Aparat kepolisian menangkap seorang pemuda asal Jakarta yang baru empat bulan di Kota Balikpapan karena diduga sebagai pembuat Narkoba jenis ineks, Rabu (6/1) pukul 19.30 Wita.
   
Dilaporkan di Balikpapan, Rabu selain mengamankan pemuda yang sehari-harinya jarang bergaul dengan warga setempat itu juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua bungkus plastik besar bubuk putih yang diduga adalah "perkusor" (bahan pembuat Narkoba) serta satu botol diduga berisi cairan perkusor dalam botol plastik air mineral ukuran 500 ml.
   
Sejumlah petugas segera mengamankan sementara kamas kos tersangka di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Gang Es Teler RT. 30 N0. 28 Balikpapan untuk mencari barang bukti yang lain.
    
Polisi menemukan beberapa peralatan manual dan alat cetak tradisional skala industri rumahan, misalnya satu plastik obat ukuran kecil zat pewarna serta 20 butir hasil cetakan yang diduga ineks.
   
"Tempat yang diduga tempat pembuatan ineks adalah kamar kos yang ditempati tersangka yang berinisial DE (24) seorang laki-laki," kata Direktur Reserse dan Narkoba (Direskoba) Polda Kaltim Kombes Pol. Arifin.
   
Dari hasil pengerebekan pada kamar kost tersangka DE, polisi menemukan beberapa barang bukti
   
"Kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri dalam mengungkapkan kasus ini mengingat bahan-bahan diakui berasal dari jakarta," katanya.
    
Polisi kini masih terus melakukan pengembangan kasus, mengingat menurut pengakuan tersangka DE bahan-bahan kimia yang ia peroleh melalui pasokan rekannya dari Jakarta.
   
"Selain bahan kimia ada yang didatangkan dari Jakarta ada pula yang berasal dari Balikpapan, jadi petugas masih melacak tempat pembeliannya untuk mengungkapkan jaringan peredaran Narkoba di Balikpapan," imbuh dia.
     
Berdasarkan keterangan ketua RT. 30,  tersangka baru sekitar empat bulan tinggal di wilayahnya.
     
Tersangka DE kepada beberapa warga mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja di Balikpapan sebagai buruh.
     
Tersangka selama ini tidak pernah melaporkan diri kepada pihak RT setempat dan berdasarkan keterangan beberapa warga, DE terlihat enggan bergaul.
    

Pewarta:

Editor : Iskandar Zulkarnaen


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2010