Sangatta (ANTARA Kaltim) - Dua ekor buaya menyerang seorang anak perempuan, Mala (9 tahun), warga RT 05 Dusun Kabo Jaya Desa Swargabara, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu pukul 07.30 Wita.

Menurut Muhammad (49 th) orang tua Mala, akibat serangan buaya, mengakibatkan anaknya mengalami robek parah pada bagian ketiak sebelah kanan dan luka di kaki bagian kiri. Kami sempat melihat dua ekor buaya muncul di sekitar pinggir sungai tempat anak saya diserang.

"Anak saya selamat dari terkaman buaya karena sempat pegang patok kayu. Tetapi luka parah dan banyak darah menetes dari bekas gigitan buaya itu," kata Muhammad saat ditemui di Rumah Sakit Umum Kudungga, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta.

Sementara Kartini ibu korban mengatakan, kejadiannya bermula ketika dirinya dengan anaknya hendak mengambil air ke sungai untuk cucian menggunakan timba plastik.

Namun anaknya menyuruh saya duluan pulang ke rumah, baru beberapa langkah saya naik, tiba-tiba anaknya berteriak minta tolong.

Saya langsung lari menolong dan melihat anaknya masih memegang patok kayu untuk bertahan agar tidak jatuh kedalam sungai.

"Saya berteriak ya Allah tolong anak saya dan alhamdulillah buaya melepaskan gigitannya dan buaya hilang ke dalam air," kata Kartini.

Setelah itu saya langsung mengangkat Mala dan tidak lama muncul lagi buaya itu dua ekor, satunya ukuran kecil dan satunya ukuran besar hitam panjang.

Mungkin yang mengigit anak saya itu yang ukurannya kecil, kalau yang besar mungkin anak saya ikut dibawa.

"Alhamdulillah anak saya selamat karena pertolongan Allah," kata Kartini yang mengaku Mualaf ini dan akan menginap di RSUD Kudunggu sesuai saran dokter.

Direktur Rumah Sakit Umum Kudungga Sangatta, dr Bahrani mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi terhadap korban gigitan buaya, Mala di bagian ketiak dan kaki kiri.

"Sudah selesai dioperasi, lukanya lumayan besar di ketiak tetapi sudah diberikan obat," kata Bahrani.

Ia mengatakan, Malam sudah dioperasi tapi belum boleh pulang ke rumah. Biar istrahat di Rumah Sakit aja untuk diberikan penanganan supaya cepat sembuh.    (*)

Pewarta: Adi Sagaria

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015