Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menggelar program jaksa masuk sekolah sebagai upaya membebaskan lingkungan sekolah dari pelaku pelanggar hukum, dengan memberikan pemahaman menyangkut hukum kepada peserta didik.
 
"Kami gencarkan jaksa masuk sekolah agar sekolah bebas dari pelaku pelanggaran hukum," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara Faisal Arifuddin di Penajam, Senin.
 
Program jaksa masuk sekolah yang menyasar Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat itu tidak hanya mengenalkan pelajar menyangkut hukum saja, tetapi juga memberikan pemahaman wawasan kebangsaan, serta cinta tanah air.
 
Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) setempat menjalankan program jaksa masuk sekolah.
 
"Saat ini tindak pidana banyak dilakukan anak di bawah umur, jadi kami berikan penyuluhan hukum kepada pelajar," jelasnya.
 
Lingkungan sekolah rentan terhadap perundungan, kejahatan siber, narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak serta lainnya.
 
Jaksa masuk sekolah memberikan pengenalan dan pemahaman menyangkut hukum, kata dia, untuk sejumlah tindak pidana terutama yang renyah terjadi di sekolah.
 
Pembersihan pengenalan dan pemahaman hukum itu, lanjut dia, terus digencarkan kepada peserta didik jenjang pendidikan menengah atas sejak 2023.
 
Sejumlah sekolah di beberapa kecamatan sudah disasar sejak 2023, menurut dia lagi, dan sejak Januari 2024 sudah sekitar lima sekolah dikunjungi jaksa masuk sekolah.
 
Lima sekolah yang telah disasar sepanjang 2024 itu tersebar di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.
 
Program jaksa masuk sekolah terus berlanjut, sehingga tidak kejahatan bisa dicegah secara dini, demikian Faisal Arifuddin.

 

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024