Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin memberikan arahan penting kepada petugas tenaga kesehatan (nakes) Kabupaten Kutai Timur guna peningkatan pelayanan kesehatan pada ibu (maternal) dan bayi (neonatal).
 
"Pelatihan itu menjadi langkah strategis mengatasi masalah kesehatan ibu dan bayi yang masih menjadi prioritas dalam pembangunan nasional bidang kesehatan," kata Jaya saat membuka Pelatihan Penanganan Kegawat-daruratan Maternal dan Neonatal (PKMN) nakes Kutim di Samarinda, Senin.
 
Merujuk data Long Form SP 2020, lanjutnya, Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia adalah 16,85 per 1.000 kelahiran hidup. 
 
Pemerintah menargetkan penurunan AKB menjadi 16 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024, dan target global untuk AKB pada 2030 adalah 12 per 1.000 kelahiran hidup. 
 
"Sementara itu, Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup," ujar Jaya.

Baca juga: Dinkes Kaltim perkuat Puskesmas guna intervensi perilaku masyarakat
 
Jaya menekankan komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan nifas dapat mengancam jiwa, tapi sebagian besar dapat dicegah dengan penanganan yang tepat.
 
Dia menyebut sekira 15-20 persen kehamilan dan persalinan akan mengalami komplikasi. Maka, pertolongan medis sangat dibutuhkan ibu hamil dan tenaga kesehatan diminta menerapkan prosedur penanganan yang sesuai, termasuk penggunaan partograf.
 
"Itu adalah langkah penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kalimantan Timur," ujarnya.
 
Dia menjelaskan PKMN yang diikuti oleh dokter umum, bidan, dan perawat yang bertugas di fasilitas kesehatan tingkat primer, itu berlangsung pada 4-15 Desember 2023 dengan materi yang meliputi teori dan praktik langsung. 
 
Para peserta, menurutnya, akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menangani berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi di fasilitas kesehatan mereka.

Baca juga: Jumlah nakes di Kaltim 25.723 orang dan belum merata
 
"Kami berharap pelatihan itu dapat memberikan manfaat yang nyata dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur," ujarnya.
 
Pelatihan itu merupakan bagian program Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) guna penguatan sistem kesehatan tingkat primer, yang merupakan garis terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. 
 
"Dengan peningkatan kompetensi, tenaga kesehatan diharapkan memberikan pelayanan yang lebih baik dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang serius," katanya. (Adv/Dinkes Kaltim)

Pewarta: Ahmad Rifandi

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023