Keberadaan Bandar Udara Naratetama (very very important person/VVIP) prasarana penunjang transportasi Kota Nusantara, ibu kota negara baru Indonesia di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur bakal memicu pembangunan di daerah berjuluk Benuo Taka.
 
Pembangunan infrastruktur di daerah Benuo Taka, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, Rabu, diyakini dapat terwujud dengan keberadaan Bandar Udara Naratetama ibu kota negara Indonesia baru.
 
Pembangunan infrastruktur jalan diyakini juga bakal terpicu seperti pembangunan jalan pendekat Kecamatan Penajam sampai Pulau Balang, yang juga menghubungkan Kecamatan Penajam dengan Kelurahan Buluminung, Gresik sampai Kelurahan Gresik.
 
Pembangunan jalan penghubung menjadi mimpi Kabupaten Penajam Paser Utara sejak dulu, kata dia, diharapkan dapat segera terwujud seiring dengan hadirnya Bandar Udara Naratetama Kota Nusantara.
 
Jika infrastruktur jalan penghubung itu terbangun, maka pergerakan orang dan barang ke daerah berjuluk Benuo Taka akan semakin padat, sehingga Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi berkembang mengiringi perkembangan ibu kota negara Indonesia baru.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proyek pembangunan Bandar Udara Naratetama ibu kota negara baru Indonesia di wilayah Kelurahan Gersik dan Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.
 
Bandar Udara Naratetama Kota Nusantara secara tidak langsung juga akan tumbuh pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya di daerah Benuo Taka, kata dia, karena letak bandar udara berada di perbatasan wilayah administrasi Kota Nusantara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
 
Keberadaan Bandar Udara Naratetama ibu kota negara baru Indonesia, ujar dia lagi, sebagai insentif bagi daerah Benuo Taka akan lebih berkembang dari sisi wilayah dan ekonomi.
 
Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara akan tumbuh dan berkembang sebagai cikal bakal kegiatan ekonomi ke depan, serta dapat memberikan dampak positif bagi warga di daerah itu, demikian Tohar.
 
Lahan untuk area pembangunan bandar udara seluas 360 hektare, merupakan bagian dari bekas lahan hak guna usaha (HGU) PT Triteknik Kalimantan Abadi (TKA), yang dikelola Badan Bank Tanah seluas 4.162 hektare.
 
Bandar udara penunjang Kota Nusantara bakal dibangun dengan panjang landas pacu (runway) 3.000 meter dan bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Airbus A400, dan bandara udara dibangun bertipe internasional sekaligus untuk keperluan militer dengan berkoordinasi TNI Angkatan Udara.


 

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023