Balikpapan (ANTARA Kaltim)– Kunjungan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim yang diketuai Ahmad Abdullah, didampingi Encik Widyani, Maria Margaretha Rini Puspa, Masitah, , Waris Husain, Yakub Ukung, Abdul Djalil Fattah, Mudiyat Noor serta Wakil Ketua DPRD Hadi Mulyadi ke Rumah Pintar, Rabu (13/2) lalu disambut baik  Kepala Sekolah Rumah Pintar Sukamto dan Kepala Bidang PLS (Pendidikan Luar Sekolah) Kota Balikpapan Guntoro.

Dalam penyambutannya Sukamto memaparkan banyak hal mengenai pembangunan rumah pintar yang dibiayai oleh Angkasa Pura, serta isi bangunan yang dibiayai dari CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Mandiri.

“Bangunan ini awalnya adalah gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) yang hangus terbakar. Daripada tidak dirawat dan menjadi tempat yang tidak diinginkan, kami mengusulkan ke Angkasa Pura untuk mendirikan rumah pintar. Hingga kini peminatnya cukup banyak. Pada pembukaan PAUD saja sudah menerima tiga puluh lima murid. Hal tersebut terus meningkat di tiap bulannya,”  papar Sukamto.

Dalam forum diskusi tersebut, Yakub Ukung menanyakan beberapa hal terkait latar belakang tenaga pengajar di Rumah Pintar, bagaimana target yang akan dicapai ke depan, sumber pembiayan jangka panjang, target apa yang akan dicapai dan seberapa besar peran pemerintah provinsi dalam pembangunan rumah pintar tersebut.

Selain Yaqub Ukung, Waris Husain juga menanyakan mengenai peran aktif masyarakat serta bantuan dana CSR dari perusahaan – perusahaan besar yang ada di sekitar wilayah Rumah pintar tersebut.

“Saya melihat sangat banyak perusahaan – perusahaan  besar di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan. Tinggal penggeraknya saja lagi bagaimana mendapatkan dana CSR sebanyak mungkin dan disesuaikan dengan pembangunan yang ada,” papar Waris.

Menanggapi pernyataan dari beberapa anggota dewan tersebut, Guntoro mengungkapkan, perekrutan tenaga pengajar di Rumah Pintar tentunya harus dari latar belakang yang jelas. Bahkan dengan latar belakang S-1 hingga S-2 mau menjadi tenaga pengajar di Rumah Pintar.

Sukamto juga memaparkan, bagi siapapun yang berpendidikan lebih dan mampu mengajar di Rumah Pintar, tentunya sangat dipersilahkan.

Mengenai biaya CSR, tidak hanya Bank Mandiri yang memberikan dananya untuk perlengkapan kebutuhan di rumah pintar. Beberapa perusahaan besar juga turut menyumbangkan dana CSR. Misalnya ada Bank Indonesia serta salah satu hotel swasta di Balikpapan memberikan dana CSR-nya demi kemajuan pendidikan di Rumah Pintar. (Humas DPRD Kaltim/adv/aul/dhi/met)


Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014