Samarinda (ANTARA Kaltim)- Usaha Pemprov Kaltim mencanangkan program swasembada daging sapi 2014 didukung penuh oleh DPRD Kaltim.
 
“Memang ada program dari Kementerian Pertanian yang juga menjadi target provinsi melalui Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim. salah satunya dengan berbagai upaya di 14 kabupaten/kota se-Kaltim,” ungkap Anggota DPRD Kaltim Ismail.

Ia menyebutkan areal yang dicadangkan untuk sektor peternakan di Kalimantan Timur total seluas 732.586,07 ha tersebar di wilayah kabupaten/kota.
 
“Sektor peternakan tetap prospek untuk dikembangkan. Karena sampai saat ini pemenuhan daging ternak maupun unggas di Kaltim masih bergantung dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Timur dan Bali. Nah, atas dasar inilah kita berharap Kaltim ke depan mampu lebih mandiri dan tidak bergantung lagi pada daerah lain,” harapnya.

Lebih jauh Ismail menerangkan beberapa cara yang cocok untuk dikembangkan untuk mendukung program swasembada itu adalah peningkatan peternakan sapi perah, pembibitan dan penggemukan sapi, babi, domba/kambing, pembibitan ayam (petelur dan pedaging) dan industri pakan ternak.

“2012 lalu Kaltim telah melaksanakan beberapa program peternakan yang di antaranya adalah penyelamatan sapi betina produktif, penambahan indukan dengan melakukan pembelian sapi bibit, mengoptimalkan program kawin suntik dan alam serta penambahan pejantan agar tidak terjadi kawin antarkeluarga. Hasilnya cukup memuaskan. Saya kira dengan usaha yang lebih intens dan juga dengan dukungan penuh pemerintah, proses yang sama dengan hasil yang lebih baik, bisa kita dapatkan,” terangnya.

Dengan semakin populernya perkebunan sawit, sebenarnya memberi dampak positif pada peningkatan peternakan khsusunya sapi. Potensi pengembangan sapi bisa diintegrasikan dengan lahan sawit.

“Dengan asumsi dua ekor sapi per hektare,  bisa dikembangkan 615.176 ekor untuk luasan lahan sawit berproduksi saat ini yang mencapai 307.588 hektare. Ini data awal tahun 2013. Saya kira jumlah luas areal lahan sawit efektif itu sudah jauh lebih luas sekarang,” urainya.
 
Selain swasembada daging, peningkatan pertanian juga menjadi fokus pemerintah.
Diketahui, alokasi anggaran 2014, Dinas PTP beserta 10 UPTD di bawahnya mendapat anggaran Rp 124 miliar. Terjadi peningkatan Rp 22 miliar dari anggaran 2013. Rinciannya Rp 88,698 miliar untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung Dinas dan Rp 36,177 miliar untuk UPTD.

Pada 2014 ada penekanan peningkatan produksi pertanian tanaman pangan (padi) dan hortikultura (buah dan sayur). Karenanya fokusnya kegiatan menunjang itu. Di antaranya penyediaan irigasi, optimalisasi lahan, cetak sawah, pembelian pupuk, benih dan lainnya.

“Dengan target kegiatan peningkatan produksi mencapai 85 persen dari kondisi sebelumnya yang hanya 83 persen. Dengan kebutuhan pangan yang mencapai 596 ribu ton per tahun, saya optimistis,” beber Ismail lagi.

Tidak hanya itu, peningkatan produksi juga akan dilakukan melalui dana APBN lewat dana dekonsentrasi (DK) dan tugas pembantuan (TP) Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim dan Kaltara. Mengingat, Kaltim beserta kabupaten/kota se-Kaltim dan Kaltara kebagian anggaran pembangunan pertanian dari pusat mencapai Rp 65,143 miliar.

Rinciannya, Dirjen Tanaman Pangan Rp 30 miliar, kemudian Dirjen Holtikultura Rp 13,703 miliar, Dirjen Prasanan dan Sarana Pertanian (PSP) Rp 19,354 miliar, serta dari Dirjen Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian. (Humas DPRD Kaltim/adv/yud/dhi/met)
 




Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014