Tenggarong (Antara Kaltim) - Sebanyak 120 guru dan siswa mengikuti program "Hypnoteaching" bagi guru dan "Hypnolearning" bagi siswa SMK se-Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur mulai 30 November hingga 3 Desember 2013.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan tersebut, Emy Rosiana dari Dinas Pendidikan Kukar mengatakan di Tenggarong, Senin, mengatakan dewasa ini penting mengubah metode pengajaran dari metode konvensional ke metode "Hypnoteaching".
"Metode Hypnoteaching mampu memunculkan ketertarikan tersendiri pada setiap peserta didik kepada pelajaran," ujarnya pada acara pemukaan pelatihan program Hypnoteaching dan Hypnolearning.
Sedangkan Hypnlearning merupakan salah satu metode Hypnotherapy dengan cara menyingkirkan pandangan buruk dalam pikiran setiap siswa, sehingga siswa tersebut bisa meningkatkan konsentrasi serta lebih fokus dalam belajar.
Narasumber yang tampil pada pelatihan tersebut dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar yang merupakan tenaga ahli dalam bidang "Hypnoteaching" dan "Hypnolearning" yaitu dari IDS Consultant dan SMK Wikrama Bogor.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Menegah Kejuruan, Disdik Kukar, Patahangi mengatakan, indikator keberhasilan sebuah proses pendidikan terdeteksi dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM berkualitas terlahir dari lembaga pendidikan yang berkualitas, salah satunya adalah sekolah.
â€Dalam hal ini gurulah yang menjadi aktor utama rancang bangun mutu sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas, di samping beberapa faktor lainnya,†ujarnya.
Patahangi mengingatkan secanggih apapun sebuah kurikulum, visi misi, dan kekuatan finansial, sepanjang gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas lembaga pendidikan akan merosot tajam, demikian pula
sebaliknya.
Dia berharap, setelah berakhirnya kegiatan itu, para guru bisa menerapkan metode hypnoteaching dalam mengajar di sekolah.
Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar karena alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak.
Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan hypnosis yang lebih menitik
beratkan pada pemberian sugesti positif dari guru ke siswa dan siswa ke diri sendiri.
Sugesti positif ini, nantinya akan mendorong/memerintahkan pikiran bawah sadar siswa supaya mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya pada saat pembelajaran dikelas. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan tersebut, Emy Rosiana dari Dinas Pendidikan Kukar mengatakan di Tenggarong, Senin, mengatakan dewasa ini penting mengubah metode pengajaran dari metode konvensional ke metode "Hypnoteaching".
"Metode Hypnoteaching mampu memunculkan ketertarikan tersendiri pada setiap peserta didik kepada pelajaran," ujarnya pada acara pemukaan pelatihan program Hypnoteaching dan Hypnolearning.
Sedangkan Hypnlearning merupakan salah satu metode Hypnotherapy dengan cara menyingkirkan pandangan buruk dalam pikiran setiap siswa, sehingga siswa tersebut bisa meningkatkan konsentrasi serta lebih fokus dalam belajar.
Narasumber yang tampil pada pelatihan tersebut dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar yang merupakan tenaga ahli dalam bidang "Hypnoteaching" dan "Hypnolearning" yaitu dari IDS Consultant dan SMK Wikrama Bogor.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Menegah Kejuruan, Disdik Kukar, Patahangi mengatakan, indikator keberhasilan sebuah proses pendidikan terdeteksi dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM berkualitas terlahir dari lembaga pendidikan yang berkualitas, salah satunya adalah sekolah.
â€Dalam hal ini gurulah yang menjadi aktor utama rancang bangun mutu sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas, di samping beberapa faktor lainnya,†ujarnya.
Patahangi mengingatkan secanggih apapun sebuah kurikulum, visi misi, dan kekuatan finansial, sepanjang gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas lembaga pendidikan akan merosot tajam, demikian pula
sebaliknya.
Dia berharap, setelah berakhirnya kegiatan itu, para guru bisa menerapkan metode hypnoteaching dalam mengajar di sekolah.
Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar karena alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak.
Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan hypnosis yang lebih menitik
beratkan pada pemberian sugesti positif dari guru ke siswa dan siswa ke diri sendiri.
Sugesti positif ini, nantinya akan mendorong/memerintahkan pikiran bawah sadar siswa supaya mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya pada saat pembelajaran dikelas. (*)
Editor : Masnun
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013