Sebanyak 156 guru SMAN/SMKN dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) se- Provinsi Kalimantan Timur yang tergabung dalam Gelombang IV, telah menyelesaikan masa orientasi Rabu ini di Aula BPSDM Kaltim.

"Sebanyak 156 guru tersebut terdiri atas Angkatan 13 sebanyak 37 orang, Angkatan 14 sebanyak 39 orang, Angkatan 15 sebanyak 40 orang, dan Angkatan 16 sebanyak 40 orang," ujar Panitia Penyelenggara Orientasi P3K Kaltim Endang Reni Wahyuti dalam rilis di Samarinda, Rabu.

Mereka mengikuti orientasi P3K selama 18 hari dengan perincian selama 15 hari mengikuti pembelajaran melalui MOOC (massive open online courses), melalui Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI).

Sedangkan orientasi yang tiga hari merupakan proses belajar secara klasikal atau tatap muka yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim.

Sementara M jauhar Efendi selaku Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim mengatakan, metode MOOC merupakan layanan e-learning yang dikhususkan untuk kebutuhan pendidikan / pelatihan yang tidak terikat tempat dan waktu.

Sedangkan Muchlis Syahrani yang juga Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, mengajak kepada peserta orientasi untuk terus bersyukur telah diangkat sebagai Tenaga Guru SMA/SMK dengan status P3K.

Salah seorang perwakilan peserta Orientasi P3K, yakni Anwar Rahman mengatakan, para guru yang tergabung dalam P3K bukanlah "guru kaleng-kaleng", tapi mereka adalah para guru profesional yang telah teruji selama ini.

Hal ini dibenarkan oleh Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, yang juga mantan Asisten Pemerintahan Sekprov Kaltim, yakni bukti sederhana mereka merupakan guru profesional adalah mampu memecahkan permainan menyusun teka teki dengan cara mengurangi salah satu unsur pembentukan bujur sangkar.

"Selama melatih peserta CPNS yang tergabung dalam Latihan Dasar, baik bagi peserta golongan II maupun III, selama ini belum ada yang bisa memecahkan persoalan tersebut, tapi para guru ini bisa," ujar Jauhar.
 

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023