Pelaksana tugas Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Hamdam Pongrewa menyebutkan pemerintah pusat memberikan sinyal positif untuk membantu melanjutkan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe.

"Kami lakukan pendekatan kepada pemerintah pusat agar kelanjutan pembangunan bendungan bisa dapat bantuan," ujar Hamdam Pongrewa di Penajam, Jumat.

Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe tersebut sangat penting dan untuk menyelesaikan sampai bisa berfungsi optimal membutuhkan anggaran cukup besar.

Kebutuhan anggaran lanjutan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe hingga tahap penyelesaian dan dapat difungsikan menurut dia, lebih kurang Rp120 sampai Rp150 miliar.

Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe tersebut perlu dilanjutkan untuk menyongsong pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Lanjutan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe jadi perhatian pemerintah kabupaten, untuk tuntaskan bendungan itu diperhitungkan masih butuh anggaran ratusan miliar," jelas dia.

"Menyangkut pemindahan ibu kota negara, pemerintah pusat terlebih dahulu membangun bendungan, jadi pemerintah kabupaten juga harus selesaikan Bendungan Lawe-Lawe," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengalokasikan anggaran lebih kurang Rp179 miliar untuk pembangunan Bendungan Lawe-Lawe dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears).

Proyek pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang dilaksanakan pada 2014 tersebut resmi dihentikan pada November 2017, dengan kondisi pengerjaan sekitar 85 persen.

Pembangunan bendungan untuk mendukung peningkatan pasokan air baku dan produksi air bersih itu terhenti karena kondisi anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurun, sehingga tidak ada dana untuk melanjutkan pengerjaan.

Kemajuan lanjutan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe kata Hamdam Pongrewa, terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pewarta: Bagus Purwa

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2022