Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur pada 2022 melakukan ekstensifikasi lahan perkebunan aren seluas 100 hektare di Kabupaten Kutai Barat untuk meningkatkan produksi aren di kawasan itu.


"Saat ini, Kabupaten Kutai Barat memiliki perkebunan aren masyarakat seluas 334 ha. Setelah adanya penambahan lahan 100 ha tanaman baru tahun ini, ke depan di antaranya mampu meningkatkan produksi gula aren," ujar Kepala Disbun Kaltim Ujang Rachmad di Samarinda, Kamis.

Penambahan lahan aren di Kutai Barat dilakukan karena dalam tiga tahun ini luasannya cenderung menurun akibat alih fungsi lahan, padahal permintaan terhadap gula aren cenderung meningkat seiring terus bertambahnya jumlah penduduk dan meluasnya pasar.

Tahun 2019 misalnya, luas tanaman aren di kabupaten itu mencapai 557 ha, tahun 2020 turun menjadi 332 ha, dan tahun 2021 meningkat tipis menjadi 334 ha.

Sedangkan, produksi nira aren di Kutai Barat pada 2019 sebanyak 115 ton, tahun 2020 turun menjadi 40 ton, dan tahun 2021 tetap sebanyak 40 ton.

Meningkatnya luas tanam yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, karena penambahan aren tahun 2021 merupakan tanaman baru yang belum bisa berproduksi, mengingat jenis aren genjah bisa panen di kisaran umur tujuh tahun.

Sebelumnya, saat webinar tentang "Prospek Pengembangan Aren Mendukung Kebutuhan Pangan Kaltim di Pasar Global", ia mengatakan bahwa tahun 2023 juga akan melakukan perluasan tanaman aren pada lahan seluas 25 ha.

Untuk benih, lanjutnya, diambilkan dari hasil identifikasi kelayakan pohon aren dari induk terpilih, yakni aren genjah di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur.

"Rencana usulan penetapan blok penghasil tinggi (BPT) dan pohon induk terpilih (PIT) aren genjah sebanyak 130 pohon, hasil taksasi potensi benih diperoleh 924.640 benih dari 23 pohon yang dapat memenuhi perluasan aren 4.623 ha," katanya.

Webinar tersebut diselenggarakan atas kerja sama Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FPKB) Provinsi Kaltim dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Dalam kesempatan itu, Manajer Pengembangan Kelembagaan YKAN Jevelina Punuh mengatakan, aren merupakan tanaman masa depan perkebunan, karena tidak ada yang sia-sia dari pohon tersebut.

"Semua yang ada di aren berguna, mulai dari daun yang bisa menjadi bahan atap rumbia, buahnya sebagai kolang kaling, niranya untuk gula merah hingga gula semut, bahkan akarnya untuk pengobatan," ujar Jevelina.

Ia juga mengatakan, promosi komoditas perkebunan secara umum, termasuk aren perlu dilakukan, karena sebagai upaya untuk mempercepat transformasi ekonomi di Kaltim yang kini masih menggantungkan pada sumber energi tidak terbarukan.
 

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2022