Anggota DPRD Samarinda yang tergabung dari beberapa Fraksi menjadi mediator polemik dua perusahaan  penyedia air bersih yang sedang melakukan pemasangan pipa di wilayah Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
 

"Pertemuan ini mencari titik temu antara kedua belah pihak agar kebutuhan air yang dikeluhkan masyarakat bisa terpenuhi," kata Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin, di Samarinda, Jum’at (26/11/2021).

Ia mengatakan kedua perusahaan tersebut yakni CV 5 Bersaudara dan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda. Kedua perusahaan tersebut sama-sama bergerak di bidang pelayanan air bersih.

Fakhruddin berharap pertemuan kedua belah pihak yang dimediasi DPRD Samarinda hendaknya  berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Kecamatan Palaran.

Ia menjelaskan polemik bermula saat Perumdam Tirta Kencana berencana memasang pipa baru untuk memperluas jangkauan distribusi air ke rumah-rumah warga.

Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari pihak CV 5 Bersaudara dengan alasan khawatir pipa yang sudah dibuat CV 5 Bersaudara rusak akibat proses pemasangan pipa milik perusahaan plat merah itu.

Menurutnya penolakan tersebut juga harus berlandaskan fakta lapangan, karena hingga saat ini pasokan air bersih yang di kelola CV 5 Bersaudara belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kecamatan Palaran.
 

             DPRD Samarinda (Dok ANTARA)


Untuk itu, Fuad meminta masalah ini segera diselesaikan dan tidak berlarut terus menerus.
"Jangan sampai ada yang merasa di rugikan, namun yang terpenting masalah ini harus segera diselesaikan dengan cepat karena tercatat ada 2000 pelanggan yang belum teraliri air bersih," katanya.

Dikemukakannya setelah dilakukan pertemuan kedua belah pihak sudah membuka tangan untuk melakukan pertemuan lagi untuk memastikan langkah apa yang akan dilakukan guna mencari solusi terbaik.

"Walaupun belum ada kesepakatan, mereka akan bertemu untuk win win solution," pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021