PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) tengah mengapalkan kaki anjungan (jacket) JML1 dari galangan pembuatannya di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, ke lokasi penempatannya di lepas pantai Balikpapan di Selat Makassar, Kalimantan Timur.


Menurut General Manager PHM Agus Amperianto, jacket seberat  565 ton tersebut mulai perjalanan dari Bintan 30 Maret 2021 dan diharapkan segera tiba di lokasinya.

Jacket untuk anjungan JML1 ini bagian dari proyek Jumelai, North Sisi, dan North Nubi atau JSN.

Proyek pembangunan tiga anjungan lepas pantai ini memiliki nilai investasi sebesar USD105 juta.

“Jumlah tersebut baru untuk pembangunan ketiga anjungan, belum termasuk biaya pengeboran,” kata Amperianto.

Selanjutnya, pada pertengahan April 2021, jacket untuk anjungan lepas pantai WPS3 dan WPN4 yang keduanya berada di Lapangan Sisi Nubi akan menyusul dikirim ke lokasi.

Setelah itu akan dilakukan pemasangan jalur pipa (instalasi pipeline) menuju fasilitas terpasang sepanjang 16 kilometer.

GM Agus Amperianto berharap produksi minyak dan gas dari proyek ini akan mampu menopang produksi Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

“Pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMscfd (juta metrik standar kaki kubik), atau 20 persen dari produksi WK Mahakam,” papar Amperianto.

Setelah kaki-kaki anjungan ini sampai di lokasinya, maka langkah berikutnya adalah pemasangannya, dan merakitnya dengan bagian-bagian lain hingga terbentuk satu anjungan utuh dan siap untuk mengebor (Ready for Drilling, RFD).

“Targetnya selesai di akhir 2021,” kata Amperianto.

Hingga tanggal 23 Maret 2021, proyek ini telah melewati 1,25 juta jam kerja yang aman tanpa ada pekerja yang mengalami kecelakaan atau cedera sehingga tidak bisa bekerja atau mengakibatkan Lost Time Injury (LTI) atau kehilangan jam kerja.
 

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021