Nunukan (ANTARA Kaltim) - Sejumlah warga Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, melakukan aksi protes dengan cara menanam padi di jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Seorang warga Desa Binusan, Syahrir, di Nunukan, Senin, mengatakan, jalanan ke wilayahnya yang dibangun pertama kali tahun 2004 itu dan mulai diaspal pada 2010, namun saat ini sudah rusak parah dan digenangi air pada musim hujan.      

Menurutnya, penanaman padi di tengah jalan oleh warga setempat sebagai bentuk kekesalannya dan mengharapkan perhatian dan kepedulian pemerintah Kabupaten Nunukan untuk secepatnya memperbaiki jalan itu.

"Jalanan ini diaspal tahun 2010 lalu, ternyata sudah rusak parah. Kerusakan inipun belum ada perhatian dari pemerintah daerah untuk memperbaikinya maka warga menanaminya dengan padi," ujar Syahrir.

Akibat beberapa titik kerusakan di sepanjang jalan di desa itu, lanjut Syahrir, telah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga warga merasa sangat kecewa.

Pada tempat yang berbeda Kepala Desa Binusan, M Yakub di Nunukan, Senin mengaku tidak mengetahui adanya tindakan warganya yang menanami jalan raya dengan padi.              

Namun dia mengatakan, tindakan yang dilakukan warganya itu sebagai bentuk ketidakpuasannya dimana beberapa titik di desanya kondisi jalan mengalami kerusakan yang cukup parah yang seringkali menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

"Permasalahan ini karena warga mungkin sudah kecewa atas kerusakan jalan yang terjadi," kilah Yakub.

Ia menambahkan, kerusakan jalan di desanya sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir ini atau hanya beberapa bulan saja setelah dilakukan pengaspalan.

Atas kerusakan jalan dan tindakan warga itu, Yakub mengharapkan perhatian Pemkab Nunukan agar secepatnya melakukan perbaikan karena jalur tersebut merupakan jalur utama kendaraan berat mengangkut material seperti batu gunung dan pasir. (*)

Pewarta: M.Rusman
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026