Balikpapan (ANTARA Kaltim) - DPRD Kota Balikpapan akan memanggil manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena pemadaman bergilir yang terjadi sejak 30 September lalu.

"Minggu depan kita akan panggil pihak PLN, karena kita sudah didesak masyarakat, seakan kami tidak bekerja. Kami ingin tahu bagaimana solusi yang seharusnya," kata anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Fahrul Razy, Senin.

Pemadaman bergilir bukan hanya terjadi di Kota Balikpapan, terjadi juga di Kota Samarinda dan Kota Tenggarong, Kalimantan Timur.

Menurut Fahrul, dirinya sebelumnya sudah menanyakan ke pihak manajemen PLN hal pemadamanan bergilir tersebut. PLN menyebut salah satu kendala yang dihadapi perusahaan negara ini ada salah satu perusahaan yang ada di Kota Tenggarong tidak mau lahannya dilintasi kabel transmisi tegangan tinggi PLN pada PLTG Senipah 80 MW yang sudah rampung.

"Jadi dua-duanya yang kita akan panggil dan pertemukan perusahaan pengelola limbah yang ada di Tenggarong dan PLN, mengapa perusahaan itu tidak mau wilayahnya dilewati transmisi, persoalannya ini menyangkut kepentingan masyarakat," katanya.

Dewan pun akan mempertanyakan alasan perusahaan di Kota Tenggarong yang tidak mau wilayahnya dilintasi kabel transmisi PLN. "Padahal kantor perusahaan itu di Balikpapan di Jalan Sudirman, mengapa tidak mau, makanya nanti kita panggil keduanya," katanya.

Di samping itu, kata Fahrul, akibat pemadaman bergilir, proses belajar dan mengajar di Kota Balikpapan juga terganggu. Proses perekaman data e-KTP juga terhambat dan "molor" dari jadwal yang seharusnya.

"Listrik padam, semua terganggu bukan hanya program perekaman data e-KTP, saat ini di sekolah juga sedang ulangan semester sejak senin ini," katanya.

Sebelumnya Manajer PLN Cabang Balikpapan, Ismail Deu menuturkan, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir akibat gangguan pada sistem Mahakam. Bahkan pemadaman diperkirakan akan berlangsung hingga Desember nanti.

Ismail menyebutkan, pemadaman itu akibat terjadinya penurunan kemampuan mesin pembangkit listrik Kaltim sistem Mahakam, maka terjadi defisit daya mampu PLN sebesar 21 megawatt.

"Daya mampu kita sekitar 310 MW, beban puncak sekitar 289 MW. Namun sekarang daya mampu tertingggi kita 257 MW jadi ada defisit 21,22 MW," katanya. (*)



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026