Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan peredaran uang dalam pameran pembangunan bertajuk "Kaltim Expo" mencapai Rp5 miliar, baik transaksi dari kios kuliner, makanan ringan khas, maupun berbagai produk lainnya.

"Pada Kaltim Expo tahun lalu terjadi peredaran uang sebesar Rp4,3 miliar sehingga tahun ini kami targetkan mencapai Rp5 miliar lebih. Kami yakin target ini tercapai," ujar Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Sabiyanoor di Samarinda, Sabtu.

Kaltim Expo akan digelar di GOR Segiri dan di halaman Parkir GOR tersebut selama enam hari, yakni mulai 31 Agustus hingga 5 September 2012 dengan gerai yang disiapkan mencapai 175 unit.

Dalam pameran tersebut terdapat empat lokasi yang disiapkan, yakni beberapa gerai di dalam GOR, beberapa gerai dalam tenda rouder, sejumlah gerai di tenda kerucut, dan beberapa gerai di luar tenda yang khusus menyediakan aneka menu makanan dan minuman.

Menurut dia, kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-67 ini dinilai sangat positif, karena merupakan bagian dari upaya mempromosikan hasil pembangunan, termasuk rencana pembangunan daerah baik untuk program jangka pendek, menengah, maupun program jangka panjang.

Semua program pemerintah yang dipamerkan dalam Kaltim Espo tersebut perlu diketahui masyarakat luas, tujuannya adalah agar masyarakat dapat memberikan kritik dan saran dalam pembangunan daerah, terutama untuk program jangka menengah dan jangka panjang.

Tujuan penting dalam kegiatan ini adalah, agar terbukanya peluang bagi para pemodal dan pelaku usaha ekonomi kreatif, yakni agar semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Kaltim Karena telah melihat potensi yang dipamerkan dalam Kaltim Expo.

Menurutnya, setiap tahun penyelenggaraan Kaltim Expo menunjukkan peningkatan, baik meningkatnya kualitas maupun kuantitas peserta pameran, termasuk meningkatnya capaian hasil yang diinginkan.

Dia berharap agar dalam Kaltim Expo ini mampu menjadi momentum bangkitnya para pelaku UMKM, yakni untuk terus eksis dalam memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat, termasuk semakin bersemangat dalam berkarya dan berinovasi agar produk daerah dapat dikenal secara luas.

Banyak sektor yang ditonjolkan dalam kegiatan ini, seperti produk unggulan daerah berupa industri makanan/minuman, hasil pertambangan yang meliputi perminyakan dan batu bara, kemudian bidang perkebunan, bidang kelautan dan perikanan.

"Kegiatan ini selain untuk mempromosikan berbagai potensi daerah juga untuk pemberdayakan ekonomi masyarakat, terbukti banyak gerai yang disiapkan untuk pelaku UMKM. Biasanya yang banyak terjual dalam pameran ini adalah dari produk dari kelompok usaha kecil," ujar Yadi. (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026