Penajam (ANTARA News Kaltim) - Pihak Pertamina membantah telah terjadi kebocoran pipa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

CSR Officer PT Pertamina RU V, Abdul Malik, Kamis menyatakan, tim telah diturunkan ke RT 03 Kelurahan Penajam untuk mengecek dugaan kebocoran pipa gas di wilayah tersebut.

"Kami mendatangkan tim ahli dari Pertamina untuk melakukan investigasi. Tim ini langsung melakukan pengecekan lapangan  untuk memastikan dugaan kebocoran pipa gas yang sempat membuat warga panik," ungkap Abdul Malik.

Kekhawatiran warga sekitar terkait dugaan terjadinya kebocoran pipa gas yang dapat menyebabkan ledakan atau kebakaran itu kata Abdul Malik tidak terjadi.

"Hasilnya, tidak ada indikasi kebocoran gas maupun minyak. Investigasi ini disaksikan langsung aparat dan warga," ujar Abdul Malik.

Sementara, Salah seorang petugas Pertamina, Solihan, mengatakan, pemeriksaan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah bau gas itu berasal dari pipa Pertamina yang bocor atau bukan.

"Di jalur itu, ada lima pipa yang memiliki kualitas baik, karena mampu bertahan sampai 100 tahun. Bau itu bukan berasal dari salah satu pipa sehingga ada kemungkinan bau itu merupakan gas yang lama mengendap," ucapnya.

Sebelumnya, Warga RT 03 Kelurahan Penajam, Kabupaten PPU sempat panik. Pasalnya, asap putih tiba-tiba keluar dari bawah tanah dan diduga berasal dari pipa Pertamina yang bocor.

Peristiwa itu berlangsung pada Rabu (22/8) sekitar pukul 07.00 Wita.

Salah seorang warga, Dwiyanti mengatakan, pada awalnya ia hanya mencium bau menyegat seperti mercon yang habis meledak. Namun tiba-tiba asap putih keluar dari bawah tanah.

"Kami panik dan takut karena jangan sampai nanti pipa meledak. Dan Saya sempat foto asapnya warna putih keluar dari tanah," jelasnya.

Kejadian kata warga tadisempat berlangsung sekitar satu jam. Asap langsung hilang setelah diterpa angin.

Setelah dilaporkan ke Polres PPU, lokasi tersebut terlihat langsung dipasang garis polisi.



Pewarta: Bagus Purwa
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026