DUA JAM perjalanan melewati giram Sungai Sembakung, baru rombongan Komisi I yang terdiri atas Wakil Ketua Komisi I, Pdt Yefta Berto, Sekretaris Komisi I, Syaparudin serta anggota Komisi I, Saifuddin DJ dan H Rakhmat Majid Gani sampai di Pos Lintas Batas (PLB) TNI Kostrad di Labang, Kecamatan Lumbis Ogong.
Perjalanan menggunakan perahu panjang (long boat) yang mempertaruhkan nyawa, karena sekali nahas, perahu terbalik maka seluruh anggota rombongan dipastikan digulung oleh derasnya arus Sungai Sembakung serta dihempas-hempaskan pada bebatuan yang keras dan tajam.
Meskipun panas terik dan medan yang dilalui sangat berat, namun itu tak menyurutkan semangat anggota Komisi I yang sebagian besar berpuasa ramadhan untuk bertemu langsung dengan
saudara-saudara mereka di batas negara.
Pos lintas batas TNI Kostrad di Labang terletak di atas bukit, tepat pada persimpangan antara Sungai Sedalit, Indonesia dan Sungai Pasiangan, Malaysia. Sama halnya menuju ke Desa Semunti, Ibukota Kecamatan Lumbis Ogong, untuk naik ke PLB TNI tersebut rombongan juga harus berjuang melewati bebatuan dan tebing bukit yang terjal. Penat dan lelah pasti terasa, apalagi untuk anggota rombongan yang berpuasa.
Rombongan disambut komandan regu jaga PLB Labang, Letda Inf Ivan Riezafi. Jumlah anggota TNI di pos tersebut seluruhnya 21 orang. Mereka sudah enam bulan bertugas, dari masa dinas delapan bulan di pos tersebut.
“Oktober nanti kami pergantian,†kata Ivan.
Mereka rutin melakukan patroli menjaga wilayah perbatasan RI – Malaysia. Dari PLB Labang para prajurit itu harus berjalan empat kilometer untuk mengontrol patok-patok perbatasan. Ivan mengakui kondisi patok-patok perbatasan banyak yang harus dirawat, karena kondisinya rusak akibat cuaca atau tertimbun tanah.
“Tapi kami tak boleh mengapa-apakannya, kami hanya bisa melaporkan kondisinya,†kata prajurit muda ini.
Wakil Ketua Komisi I, Pdt Yefta Berto, Sekretaris Komisi I, Syaparudin serta anggota Komisi I, Saifuddin DJ dan H Rakhmat Majid Gani secara bergantian menyerahkan bingkisan untuk para prajurit tersebut, mulai minuman kaleng, mie instant dan rokok.
“Ini sekedar tanda mata dari kami,†kata Yefta Berto.
Sedangkan Sekretaris Komisi I, Syaparudin bangga dan memberikan apresiasi atas pengabdian para anggota TNI di perbatasan tersebut.
“Mereka adalah pahlawan-pahlawan kita,†kata Syaparudin.
Anggota Komisi I, H Rakhmat Majid Gani meminta pemerintah memperhatikan keperluan logistik dan fasilitas bagi para anggota TNI yang bertugas di perbatasan.
“Mereka jangan sampai diterlantarkan,†kata Rakhmat Majid Gani.
Sementara anggota Komisi I, Saifuddin DJ berpandangan kalau saja pemerintah memperhatikan kesejahteraan masyarakat perbatasan, maka tugas TNI akan lebih ringan.
“Karena secara sadar warga perbatasan pasti akan ikut pula menjaga kedaulatan NKRI, terutama wilayah di batas negeri,†kata Saifuddin (Humas DPRD Kaltim/adv/m imron rosyadi/bersambung)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.