Penukaran mata uang ringgit Malaysia sangat tinggi pada 2012, dipengaruhi tingginya WNI yang mudik ke kampung halamannya menjelang Idul Fitri, jelas Kepala Badan Layanan Umum BNI 1946 Cabang Kabupaten Nunukan, Agung FS, di Nunukan, Rabu.
Walaupun demikian, Agung menyatakan, penukaran mata uang ringgit setiap harinya tidak menentu. Tetapi diperkirakan penukaran mata uang ringgit Malaysia menjadi rupiah rata-rata mencapai ratusan ribu ringgit setiap hari.
Terkait dengan nilai tukar, ia mengatakan, hingga H-6 pembelian berkisar antara Rp2.983 sampai Rp3.030 per RM 1. Dengan nilai jual sekitar Rp3.076 per RM 1.
"Penukaran mata uang ringgit dalam seharinya tidak menentu. Kadangkala juga kosong, tetapi kalau dirata-ratakan itu mencapai ratusan ribu ringgit setiap harinya," kata Agung.
Ia menegaskan, peningkatan penukaran mata uang asing yang lebih banyak dari mata uang ringgit Malaysia dipengaruhi oleh banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia selama yang mudik lebaran di kampung halamannya.
"Jumlah uang ringgit Malaysia yang sudah masuk kas BNI 46 Cabang Nunukan sampai dari H-13 sampai H-6 sekitar RM 1,1 juta atau sekitar Rp3,333 miliar," bebernya.
Menurut Agung, transaksi termasuk penukaran mata uang ringgit di BNI 1946 Cabang Kabupaten Nunukan puncaknya terjadi pada Senin (13/8) dan diperkirakan masih berlangsung sampai Rabu (15/8).
Nasabah yang menukarkan mata uang asingnya (ringgit) itu, berasal dari TKI sendiri dan sebagian besar dari kalangan pengusaha jasa penukaran uang ringgit Malaysia selama ini.
"Kebanyakan yang menukarkan mata uang ringgitnya dari kalangan pengusaha jasa penukaran uang ringgit yang selama banyak melayani para TKI," ujar Agung (*)
Pewarta: M.Rusman: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.