Samarinda,(ANTARA News Kaltim) - Persiapan atlet anggar Kalimantan Timur terkendala pengadaan senjata latihan yang belum direalisasikan pengurus Puslatda KONI Kaltim, setelah sebelumnya menggunakan bekas PON 2008.

Pelatih anggar Kaltim Muslimin di Samarinda, Senin, mengatakan kondisi senjata latihan banyak yang sudah patah, mengingat sudah digunakan cukup lama setelah PON 2008.

"Terpaksa pada saat uji coba kejuaraan di Jakarta dan Singapura  kemarin kami meminjam peralatan dari PB Ikasi dan Pengprov Maluku karena atlet kami kekurangan senjata," jelas Muslimin.

Lambatnya realisasi pengadaan alat latihan atlet anggar Kaltim cukup menggangu sebab para atlet kini harus bergantian senjata  berhubung stok senjata latihan sangat terbatas.

"Total atlet kami di skuad PON Riau 24 orang. Masing-masing atlet seharusnya punya dua senjata, tapi sekarang ini jangankan dua senjata, satu senjata saja kondisinya tidak layak," papar Muslimin.

Dia khawatir, kasus PON 2008 terulang lagi pada PON 2012 yakni peralatan baru terealisasi pascapelaksanaan PON.

"Kalau hal ini terjadi lagi maka yang dirugikan bukan atlet anggar saja, tapi mungkin semua cabor yang tergabung di skuad PON ini bakal merasa dirugikan," tutur Muslimin.

Muslimin punya menduga kuat bahwa pemenang lelang alat latih dan tanding PON Kaltim akan menemui kesulitan untuk merealisasikan kebutuhan barang tepat waktu.

"Sekarang saja peralatan untuk latihan kami, di toko besar Jakarta sudah pada kehabisan stok, bagaimana mungkin mereka bisa memenuhi barang tepat waktu," imbuh Muslimin.

Dengan pertimbangan tersebut Muslimin berharap Puslatda KONI cepat bertindak menyikapi persoalan tersebut.

"Jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan terjadi, dan ujung-ujungnya saling menyalahkan satu sama lain," tegas Muslimin.(*)



Pewarta: Arumanto
: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026