"Seperti sudah menjadi tradisi, setiap menjelang puasa dan lebaran harga barang-barang di pasar, terutama sembako, melonjak naik yang diakibatkan kurangnya stok. Untuk itu Komisi II akan melihat kondisinya langsung dan mengkoordinasikannya ke pihak terkait untuk langkah antisipasi," kata Ketua Komisi II, Rusman Ya’qub, Kamis (12/7).
Sedangkan anggota anggota Komisi II, Siti Qomariah secara terpisah menghimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim maupun instansi terkait seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim untuk menjaga kestabilan harga komoditi, khususnya sembako selama Ramadhan.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditi atau kenaikan harga yang terlalu besar menjelang Ramadhan tersebut, kata Qamay --panggilan akrab Siti Qomariah-- pemerintah perlu melakukan program operasi pasar (OP) dan inspeksi mendadak (Sidak) dengan melakukan pengecekan secara rutin untuk mengetahui data-data pasti penyebab kenaikan harga barang.
"Harus dicegah ada pedagang yang berspekulasi," kata politisi PAN itu. (Humas DPRD Kaltim/adv)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.