Nunukan (ANTARA News Kaltim) - Bupati Nunukan Drs Basri mengakui pelaksanaan program keluarga berencana (KB) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, belum maksimal sebagaimana yang diharapkan.

"Mudah-mudahan melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, pelaksanaan KB di Kabupaten Nunukan dapat berjalan lebih baik," kata Bupati Nunukan Drs Basri saat memberi sambutan pada peringatan Hari Keluarga Nasional di Nunukan, Jumat.

Menurut dia, program KB merupakan langkah pemerintah dalam menyejahterakan keluarga agar sehat dan berkualitas untuk generasi mendatang.

Selama ini, lanjutnya, gaung KB akhir-akhir ini masih sayup-sayup dan tingkat pencapaiannya belum menggembirakan.

Karena itu, Bupati Nunukan mengajak seluruh warga Kabupaten Nunukan untuk senantiasa menjalankan program KB ini di manapun berada. Dan semua pihak yang berhubungan dengan KB untuk bersama-sama merevitalisasinya.

Ia mengatakan, bagi keluarga kurang mampu, mengikuti KB adalah prasyarat mutlak untuk membentuk keluarga kecil yang ideal, sehat dan bahagia.

Jika belum menjalankan KB, ujar Bupati, dikhawatirkan anak yang dilahirkan hanya menjadi beban bagi orangtuanya sehingga tidak mampu memenuhi kesehatan bagi anak-anaknya secara memadai.

Akibatnya, ujarnya, beban tersebut akan menyulitkan kehidupan keluarga, dan akhirnya akan memengaruhi ketahanan bangsa.

Oleh karena itu, katanya, agar hal-hal yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa tidak terjadi maka seyogyanya program KB dapat kembali digalakkan.

"Program KB harus digarap dengan serius agar tidak terjadi ledakan penduduk yang tidak terkendali atau jadi bom waktu pada masa yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluagra Berencana Daerah (BPPKBD) Kabupaten Nunukan, Dra Hj Mardiah, mengatakan berkat kegigihan dari penyuluh KB yang ada di lapangan pada setiap kecamatan, pelaksanaan program KB di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan telah mengalami kemajuan setiap tahunnya.

Menurutnya, dibandingkan tahun 2011 lalu, peserta KB bagi usia subur di Kabupaten Nunukan telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen, yang paling banyak menggunakan pil dan implan atau susuk.


Pewarta: Muhammad Rusman
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026