Tenggarong (ANTARA News Kaltim) - Kelurahan Maluhu di Kabupaten Kutai Kartanegara berupaya tetap menjadi daerah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah lain atau hinterland, khususnya bagi masyarakat Kota Tenggarong.

"Di usianya yang genap 42 tahun pada 22 Mei 2012, Kelurahan Maluhu berupaya terus menjadi pusat pertanian dan perkebunan untuk menopang kebutuhan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara," kata Lurah Maluhu, Sukono, di Kantor Lurah Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu.

Ia menuturkan, pada 1970 sampai 1974, Maluhu masih hutan belantara, hingga datangnya para transmigran yang kemudian membuat masyarakatnya berkembang dengan mata pencaharian sebagai petani dan peladang.

Hingga saat ini, katanya, meskipun banyak daerah di Kutai Kartanegara yang tergiur dengan konversi lahan pertanian ke pertambangan batu bara, namun masyarakat Maluhu relatif mempertahankannya, meskipun lahan pertanian warga sering terkena dampak banjir akibat aktivitas tambang batu bara.

Sementara itu, Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Maluhu ke-42 dipusatkan di lapangan Kantor Lurah Maluhu, Selasa malam (22/5).

Guna menyemangati masyarakat agar tetap mempertahankan Maluhu sebagai kawasan hinterland kota, maka di penghujung peringatan HUT Maluhu, panitia menggelar pementasan wayang kulit dengan lakon Sri Mulih.

Sri Mulih berarti turunnya wahyu dan sandang pangan. "Dengan digelarnya wayang kulit oleh dalang Ki Budi Asmoro ini, semoga Maluhu tetap menjadi sumber sandang pangan daerah lain," kata Sukono.

Sementara Camat Tenggarong Tajuddin Noor yang menyampaikan sambutan Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, acara yang dilaksanakan masyarakat Maluhu ini sepatutnya digalakkan karena memiliki banyak manfaat.

"Kegiatan ini dapat mempertahankan dan melestarikan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan kegotongroyongan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat seperti diamanatkan dalam Program Gerbang Raja," kata Tajuddin Noor.

Pada 12 April 2012, Kelurahan Maluhu menjadi pusat pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong (Bulbag) dan berlangsung sukses dan pelaksanaan peringatan HUT merupakan tindak lanjut yang tepat, terlebih dirangkai dengan berbagai kegiatan yang memupuk rasa kebersamaan masyarakat.

Rangkaian peringatan HUT Maluhu sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu dengan kegiatan aneka lomba olahraga, lomba mewarnai, gerak jalan santai, servis gratis dan pagelaran budaya. (*)



Pewarta: Hadi Purnomo
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026