Nunukan (ANTARA News Kaltim) - Anggota DPRD Nunukan dari daerah pemilihan II Kecamatan Sebatik dan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, menemukan sejumlah proyek yang dianggap mubazir, ketika melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana APBD 2011.

"Proyek-proyek temuan itu di antaranya pembangunan jalan dan jembatan di Sianak yang masih tahap agregat, belum ada parit sehingga pada saat musim hujan tergenang air dan berlumpur," kata anggota DPRD Nunukan, Muh Saleh, di Kantor DPRD Nunukan, Kamis.

Kemudian, katanya, pembangunan rumah dinas guru SMK Negeri 1 Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat, yang menggunakan anggaran sebesar Rp256 juta.

Proyek itu, katanya, dinilai tidak sesuai dengan kondisi fisik dan anggaran yang digunakan, ditambah lagi sampai sekarang belum ada bukti serah terima pemanfaatan.

Proyek mubasir lain yang ditemukan, ujarnya, adalah pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) seperti pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada tiga desa yaitu Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik, Desa Ajikuning dan Desa Sei Limau di Kecamatan Sebatik Barat.

Menurut Saleh, proyek itu sangat tidak tepat sasaran karena letaknya jauh dari pemukiman warga sehingga disinyalir proyek ini dikerjakan hanya untuk memenuhi realisasi penggunaan anggaran semata pada akhir 2011.

"Pembangunan MCK dan IPAL di tiga desa di Pulau Sebatik bisa dikatakan mubazir, karena sampai anggota dewan turun memonitor belum difungsikan," katanya.

Saleh mengatakan, pengawasan itu dilaksanakan berdasarkan pengaduan masyarakat, dan hasilnya akan dibahas bersama dengan unit kerja terkait guna mendapatkan solusinya. (*)



Pewarta: M Rusman
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026