Tanjung Redeb  (ANTARA News Kaltim) - Peresmian terminal baru Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ditunda hingga selesainya pemasangan garbarata kedua, meski secara teknis terminal baru itu sudah dapat digunakan.

"Meski pengerjaan garbarata pertama di terminal baru sudah selesai namun pelaksanaan peresmian akan ditunda. Terminal baru Bandara Kalimarau sesuai keinginan Pemkab Berau akan dioperasikan setelah rampung pemasangan garbarata berikutnya," kata Site Manager PT Total Bangun Persada, Toto Suandi, di Tanjung Redeb, Sabtu.

Menurut dia, pada awalnya peresmian direncanakan April 2012. Dalam kunjungan terakhir Bupati Drs Makmur HAPK MM dan Wakil Bupati Ir Abdul Rifai MM, proses pengerjaan lebih difokuskan pada pembangunan terminal bandara dan persiapan pemasangan garbarata kedua.

Garbarata atau yang biasa disebut dengan belalai gajah merupakan jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang untuk memudahkan penumpang masuk ke dalam atau keluar pesawat.

Dalam kunjungan itu, Bupati menyebutkan peresmian akan dilakukan jika seluruh kelengkapan fasilitas diselesaikan. "Sebenarnya sudah bisa diresmikan, namun kita mau setelah peresmian sudah tidak ada lagi aktivitas pekerjaan lain, sehingga setelah peresmian semua tuntas," kata Bupati.

Toto menambahkan instalasi fasilitas sudah rampung, termasuk garbarata pertama, dan saat ini untuk furniture juga sudah selesai, tinggal penyelesaian akhir serta persiapan instalasi garbarata kedua.

Pembangunan saat ini dinyatakan sudah selesai 100 persen untuk tahap ini. Toto menambahkan, persiapan peresmian juga membutuhkan verifikasi kelayakan dari Dirjen perhubungan udara.

Verifikasi tahap pertama sudah dilakukan oleh Dirjen perhubungan udara beberapa waktu lalu. "Sekali lagi verifikasi maka final terminal baru ini akan diresmikan," ujarnya.

Estimasi waktu peresmian, katanya, kemungkinan Juni 2012 karena saat ini pemasangan garbarata kedua masih menunggu pengiriman.

Sementara itu, jaringan listrik khusus terminal akan menggunakan instalasi dengan total daya sekitar 1,1 megawatt. Supervisor bidang kelistrikan terminal baru, Edi Sumirat mengatakan, instalasi kabel seluruh bangunan sudah selesai 100 persen dan tinggal menunggu koneksi daya dari PLN.  (*)



Pewarta: Helda Mildiana
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026