Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Sebanyak 452 atlet Kaltim dari 39 cabang olahraga yang lolos ke PON XVIII 2012 Riau, hingga kini masih menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) di Stadion Madya Samarinda, Berau, Balikpapan, dan beberapa tempat di luar Kaltim.

"Seharusnya Puslatda dilakukan di satu tempat, yakni di Stadion Madya Sempaja Samarinda. Namun, karena terbatasanya sarana di stadion itu sehingga mau tidak mau pemusatan latihannya dipencar," kata Ketua Puslatda Kaltim, Juhdi Yahya di Samarinda, Sabtu.

Hal itu diungkapkan Juhdi saat memberikan sambutan di RRI Samarinda dalam rangka pemberian penghargaan atau Siwo Award untuk atlet berprestasi, pembina, pelatih, dan perusahaan yang peduli terhadap kemajuan olahraga.

Siwo Award ini digelar oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim. Tujuan pemberian penghargaan, di antaranya untuk memotivasi insan lain agar lebih meningkatkan prestasi olahraga.

Menurut Juhdi, beberapa cabang olahraga yang pemusatan latihannya digelar di luar Samarinda, antara lain layar di Berau, skuas di Balikpapan, bowling, aeromodeling dan voli outdoor di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Ke-452 atlet tersebut akan mewakili Kaltim untuk berlaga di PON XVIII yang akan digelar di Riau. Jumlah kontingen yang ke Riau akan ditambah dengan 130 pelatih dan 39 manajer sehingga total kontingen mencapai 621 orang.

Hingga saat ini, lanjut dia, dalam Puslatda masih dilakukan persiapan umum sehingga perlu penanganan khusus, apalagi masih ada beberapa cabang olahraga yang belum mendapatkan pelatih sehingga pihaknya masih mencari.

Terkait dengan prestasi dalam PON XVIII, dia optimistis mampu mempertahankan gelar tiga besar seperti yang diraih atlet Kaltim pada PON XVII di Kaltim pada tahun 2008.

Untuk itu, pihaknya bersama pihak terkait dan semua yang peduli terhadap prestasi olahraga di Kaltim harus terus-menerus melakukan pemantauan dan perhatian yang besar.

Sementara itu, Ketua Pemenangan PON XVIII yang juga Wakil Gubernur Kaltim, H. Farid Wadjdy mengatakan bahwa prestasi tiga besar, seperti pada PON sebelumnya, harus dipertahankan meskipun hal itu cukup sulit.

"Mengapa sulit? Karena Riau sebagai tuan rumah tentu menginginkan juara umum. Begitu pula dengan provinsi lain, tentu semua berharap mampu menjadi yang terbaik dalam PON sehingga agak sulit bagi kami. Kendati demikian, kami harus terus berupaya agar dapat mempertahankan prestasi sebelumnya," kata Farid.

Dalam mempertahankan prestasi tiga besar nasional, lanjut dia, merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, KONI Kaltim pengurus olahraga, perusahaan, atlet, maupun semua elemen yang peduli terhadap peningkatan olehraga di Kaltim.  (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026