"Target ini sesuai dengan kontrak kinerja dengan BKKBN Pusat yang telah saya tandatangani waktu rakernas pada awal Februari lalu di Jakarta," kata Kepala BKKBN perwakilan Kaltim, Jufri Yasin di Samarinda, Sabtu.
Guna memenuhi target tersebut, lanjut dia, maka pihaknya bersama pihak terkait di kabupaten dan kota akan terus melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak agar semakin banyak yang sadar pentingnya ber-KB.
KB, lanjut dia, bukan hanya sekadar mengatur jarak kelahiran, melainkan berkaitan dengan tingkat pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga, bahkan mampu menghindari danya ledakan penduduk yang berdampak sosial yang kompleks.
Dengan menggalang kerja sama dengan banyak pihak, akan ada upaya meningkatkan komitmen bersama dan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan program KB, terutama menggarap akseptor baru di daerah yang tingkat kelahirannya cukup tinggi.
Jumlah akseptor baru pada 2012 mengalami peningkatan ketimbang tahun sebelumnya, yakni pada 2011 targetnya sebanyak 101.626 akseptor baru, namun pada 2012 naik menjadi 106.550 akseptor baru.
Dia juga mengaku gembira karena target pada 2011 dapat melebihi pagu yang ditetapkan yang mencapai 109,55 persen, yakni jumlah akseptor baru mencapai 111.282 orang.
Guna mencapai target 2012 sekaligus mengampanyekan program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB), telah dilantik pengurus Forum Antar-Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fabsedu) Kaltim periode 2011-2015.
Selanjutnya, dia berencana membentuk Fabsedu di 6 kabupaten dan kota di Kaltim, yakni di Kota Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau.
Peran Fabsedu di antaranya, memberikan informasi tentang program KB kepada umatnya melalui kegiatan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan upaya menekan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kaltim yang terbilang tinggi.
Berdasarkan data, LPP Kaltim mencapai 3,82 persen atau jauh lebih besar dari LPP nasional yang hanya 1,49 persen. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.