"Kementerian Negara Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menunjuk Lok Bahu dan Sungai Kunjang karena dua desa itu memiliki keunggulan dalam pengembangan produktivitas bidang ekonomi," kata Kepala UPT Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Disnakertrans Provinsi Kaltim, Supriatna Kohir di Samarinda, Selasa.
Dia menambahkan, Kelurahan Lok Bahu memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya produktivitas yang tinggi di sektor pertanian, sementara Sempaja Selatan memiliki potensi bidang jasa dan perdagangan.
Resminya penunjukan untuk dua kelurahan tersebut menjadi Desa Produktif dilakukan pada Rabu (21/12). Diharapkan dua kelurahan ini akan menjadi "pioneer" dalam pembentukan desa produktif lain di wilayah Kaltim.
Setelah pembentukan desa produktif, maka program lanjutan yang telah disiapkan adalah, pelatihan pengembangan Komunitas Terpadu dengan fokus terbentuknya kewirausahaan produktif.
Konsep pelatihan ini dirancang berdasarkan karakteristik dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dari kedua kelurahan masing-masing, sedangkan polanya adalah kerja sama antara Kemenakertrans dan Disnakertrans Kaltim.
Sinergi antara Disnakertrans Kaltim melalui UPT PPD Disnakertrans Kaltim dan Kemenakertrans tersebut, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, mewujudkan pembangunan "Kaltim Untuk Semua" melalui desa-desa produktif.
Menurutnya, konsep desa produktif akan mampu mendorong motivasi masyarakat agar lebih percaya dan yakin tentang potensi yang berada di desa tersebut.
Desa produktif akan melahirkan jiwa wirausaha baru yang produktif, sehingga masyarakat tidak terus berpikir mencari pekerjaan di sektor formal, misalnya di perkantoran atau menjadi pegawai.
Secara nasional, lanjutnya, berdasarkan data hingga Agustus 2011, tenaga kerja yang terserap di sektor informal ternyata lebih besar, yakni mencapai 62,17 persen, sedangkan sisanya yang 37,83 persen terserap di sektor formal.
"Selama ini juga terbukti, sektor informal merupakan pilar perekonomian nasional yang memiliki keunggulan dan kemampuan yang relatif lebih baik dari usaha berskala besar, terutama dalam menghadapi gejolak krisis moneter dan krisis ekonomi global," ucap Kohir lagi. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.